31 August 2020, 20:51 WIB

Untar Target jadi Kampus Reputasi Asia


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENJADI perguruan tinggi reputasi tingkat Asia merupakan target Universitas Tarumanagara (Untar) lewat beragam program yang terus dikembangkan ke depan.

Menurut Rektor Agustinus Purna Irawan, Untar terus menggali beragam keunggulan untuk mencapai target tersebut.

“ Apa saja keunggulan yang ingin kami capai adalah tekad kami ingin menjadi kampus yang unggul , bereputasi nasional dan internasional di Asia, “ kata Agustinus Purna Irawan seusai pelantikan sebagai rektor untuk masa jabatan kedua 2020-2024, secara daring via zoom yang digelar Yayasan Tarumanagara, Senin (31/8).

Agustinus yang sebelumnya menjabat Rektor pada periode 2016-2020, berhasil mengantar Untar meraih predikat institusi dengan akreditasi A, menaikkan Peringkat Untar ke posisi ke-31 sebagai Perguruan Tinggi terbaik Nasional dan Peringkat ke-7 sebagai Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Nasional yang diumumkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Agustus 2020 lalu.

Guru Besar Teknik Mesin Untar itu juga menegaskan pihaknya akan berupaya lebih keras meningkatkan peran Untar sebagai perguruan tinggi yang memiliki kontribusi pada dunia pendidikan bagi bangsa, sesuai dengan tagline Untar untuk Indonesia yang telah digaungkan sejak tahun lalu. Ia menegaskan Untar akan berfokus melaksakan program internasionalisasi dengan membangun kolaborasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, kelas internasional, dan memperbanyak jumlah mahasiswa asing.

Baca juga : Studi: Survivor Covid-19 Berpotensi Terkena Gangguan Jantung

“Untar memiliki potensi besar dapat menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air, dengan pendidikan mengacu kurikulum internasional dengan tetap mengembangkan potensi dan kearifan lokal serta karakter budi luhur berlandaskan Pancasila,” tegas Agustinus yang tahun 2019 terpilih sebagai Rektor Terbaik Perguruan Tinggi Swasta tingkat nasional.

Selain itu, pihaknya meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaran beasiswa Pendidikan Tinggi, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan UKM/UMKM, dan pengembangan potensi daerah melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Menyinggung Program Kampus Merdeka yang sudah dijalankan di Untar,. Agustinus akan mendorong sivitas akademika dapat menghasilkan karya-karya akademis yang dapat langsung membawa manfaat bagi masyarakat luas sekaligus menjalankan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) , Agustinus mengakui menjadi tantangan sekaligus  peluang. Dikatakan peluang yang dipetik antara lain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengundang pakar pakar nasional dan internasional melalui media daring. (OL-2)

BERITA TERKAIT