31 August 2020, 20:26 WIB

Bantah Lelet Usut Pinangki, Kejagung: Ada yang Lebih Cepat?


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) menepis anggapan bahwa penyidikan kasus suap jaksa Pinangki Sirna Malasari berjalan lamban.

Pinangki tersandung kasus pelarian buronan Joko Soegiarto Tjandra.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Heri Setiyono mengatakan, setiap perkara memiliki tantangan tersendiri dalam penuntasannya. 

"Kalau ada yang mengatakan itu lelet, saya ingin tahu mana yang lebih cepat. Karena ada orang yang mengatakan (Kejagung) lelet katanya. Kami jawab, apakah ini lelet, apakah ada penanganan perkara yang lebih cepat dari ini," ujarnya, Senin (31/8)

Kendati demikian, ia mendorong masyarakat turut serta mengawasi penuntasan kasus jaksa Pinangki. Hal ini supaya potensi konflik kepentingan yang ditakutkan sebagian pihak tidak terjadi.

"Kalau ada yang menerima tentu ada yang memberi. Kemudian ada conflict of interest, teman-teman silakan mengawal, melihat apa yang kami lakukan," imbuhnya.

Hingga hari ini, penyidik Kejagung sudah memeriksa 12 saksi untuk perkara pemberian hadiah atau janji yang menjerat jaksa Pinangki. Dalam proses penyidikan kasus ini juga, Korps Adhiyaksa menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Tidak menutup kemungkinan akan dikejar follow the money, kemana larinya uang itu. Di samping tujuh orang telah diperiksa saksi juga ada Andi Irvan Jaya, saksi Rahmat, saksi dari pihak PT Garuda, saksi dari dealer BMW. Total jumlah saksi sampai hari ini sekitar 12 orang ditambah tersangka PSM untuk keterangan tersangka," tandas Hari.

Guna mendalami dugaan pencucian uang, sambungnya, penyidik melibatkan saksi pihak swasta seperti dari dealer BMW. "Anda bisa memperkirakan saksi dari dealer BMW. Itu diduga ada kaitannya apakah follow the money-nya tadi digunakan untuk beli mobil itu," pungkasnya. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT