31 August 2020, 18:09 WIB

Presiden: Januari sudah Vaksinasi Covid-19


Usman Kansong | Humaniora

Presiden Jokowi mengatakan vaksinasi covid-19 sudah bisa dilaksanakan mulai Januari 2021. "Kita sudah bisa memulai vaksinasi Januari tahun depan," tegas Presiden dalam pertemuan dengan pimpinan media di Istana Bogor, Senin (31/8).

Presiden Jokowi menjelaskan Indonesia akan memperoleh 20 juta sampai 30 juta vaksin siap pakai dari Sinovac, Tiongkok, dan G42, Uni Emirat Arab. Vaksin dari Sinocac sudah diuji coba Biofarma dan Unpad, Bandung. Menteri BUMN Erick Thohir dan Menlu Retno Marsudi sudabh berkunjung ke Uni Emirat Arab untuk memperokeh vaksin dari G42.

Menurut Presiden, yang menjadi prioritas untuk divaksinasi Januari 2021 ialah tenaga kesehatan, mereka yang rentan, mereka yang berada di zona merah, serta TNI-Polri. Mereka akan divaksin secara cuma-cuma.

Presiden Jokowi juga mengatakan Indonesia sudah membeli bahan baku yang akan diolah menjadi vaksin. "Bahan baku vaksin itu akaj diolah menjadi vaksin jadi sebanyak 290 juta," ungkap Presiden.

Presiden menambahkan kebutuhan vaksin Indonesia sekitar 340 juta vaksin. Menurut ahli kesehatan cukup 70% dari total penduduk yang divaksinasI sebanyak dua kali. "Jadi orang Indonesia yang perlu divaksinasi 170 juta orang dikali dua jadi 340 juta," terang Jokowi.

Indonesia, sambung Presiden juga tengah menyiapkan vaksin merah putih yang lebih sesuai dengan genom covid-19 yanhgada di Indonesia dan harganya lebih murah.

Apakah vaksin itu bersifat permanen atau tidak, Presiden Jokowi mengatakan masih diteliti. Menurutnya, bisa saja vaksin itu bersifat permanen atau orang perku divaksin secara rutin misalnya satu tahun atau dua tahun sekali. Yang jelas, kata Presiden berdasarkan prediksi para ahli kesehatan, covid-19 akan bermutasi menjadi penyakit biasa seperti HIV, ebola, dan lain-lain. (OL-12)

BERITA TERKAIT