31 August 2020, 18:06 WIB

Pemprov Jatim Terjun Langsung Tangani Klaster Santri


Faishol Taselan | Humaniora

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur terus melakukan langkah cepat penanganan klaster Covid-19 yang terjadi di Pondok Pesantren (PP) Darussalam, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

"Langkah yang dilakukan adalah untuk penetrasi kesiapan, khususnya soal akomodasi dan konsumsi untuk PP Darussalam. Ada enam ribu santri proses masih dilakukan swab tinggal nunggu hasil namun demikian konsumsinya harus kita dukung," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono di Surabaya, Senin (31/8).

Pemprov Jatim terjun langsung dalam percepatan penanganan Covid-19 di PP Darussalam, Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Kab. Banyuwangi, Senin (31/8).

Heru menjelaskan, koordinasi yang dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam percepatan penanganan Covid-19 yang terjadi di PP. Darussalam, Blokagung, Kab. Banyuwangi.

"Kerjasama antar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan TNI dan Polres serta didorong dari Provinsi sangat dibutuhkan. Semalam Ibu Gubernur menugaskan kami untuk cek dan melakukan koordinasi," kata Heru Tjahjono.

Menurut Heru, langkah yang dilakukan adalah untuk penetrasi kesiapan, khususnya soal akomodasi dan konsumsi untuk PP Darussalam. "Ada enam ribu santri proses masih dilakukan swab tinggal nunggu hasil namun demikian konsumsinya harus kita dukung," ujar Heru.

Jumlah santri di PP Darussalam sendiri mencapai kurang lebih 6.000 santri. Oleh sebab itu, Sekdaprov Jatim menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan berupaya maksimal terhadap penanganan Covid-19 pada klaster tersebut. Sehingga, dirinya mengimbau peran serta dari pihak terkait agar dapat dilakukan secara komprehensif dan maksimal.

Sementara khusus untuk mengatasi suplai makanan bagi para santri, Heru Tjahjono berharap ketersediaan 18.000 nasi bungkus dalam sehari. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga kali makan yang disiapkan melalui dapur umum gabungan BPBD Jatim dan Kab. Banyuwangi, Dinas Sosial Jatim dan Kab. Banyuwangi didukung Kodim 0825 Banyuwangi.

"Untuk itu, saya berharap ada koordinasi yang baik antara BPBD Jatim dan Kabupaten Banyuwangi, Tagana dari Dinsos dan anggota TNI. Prinsipnya lapangan ini digunakan untuk lapangan terintegrasi komprehensif untuk menangani kasus covid19 yang ada di pondok," pintanya. (OL-12)

BERITA TERKAIT