31 August 2020, 17:55 WIB

Empat Negara ini Bakal Ikuti Indonesia Soal Pelancong Asing


Abdillah Marzuqi | Weekend

SEJAK pertengahan bulan ini, pemerintah telah mengungkapkan soal pembatasan akses pelancong internasional. Demi keamanan dari makin parahnya wabah covid-19, pemerintah memilih menggenjot turis domestik dan memperpanjang larangan bagi wisatawan asing hingga akhir 2020.

Langkah itu ternyata kemungkinan bakal diikuti sejumlah destinasi lain. The Washington Post menyebut 4 negara yang bakal mengikuti Bali, yakni Australia, Afrika Selatan, Thailand, dan Selandia Baru. Keempat negara itu mengisyaratkan pelarangan terhadap pelancong internasional hingga tahun depan, meskipun belum ada pengumuman resmi.

Mengapa? Pakar perhotelan mengungkapkan perpanjangan pembatasan destinasi wisata internasional adalah langkah cerdas untuk kelangsungan wisata di wilayah tersebut. Akan menghabiskan energi untuk memberlakukan kebijakan buka-tutup. Arus wisatawan asing dibuka, lalu ditutup lagi gegara ditemukan kasus covid-19. Berulang kali.

“Ketika negara membuka-menutup berulang kali karena kasus covid-19. Destinasi tersebut mungkin berpikir 'mari kita tunggu sampai badai selesai',” kata Direktur International School of Hospitality and Tourism Management (ISHTM) di Fairleigh Dickinson University, John Niser. “Kebijakan buka-tutup karena wabah, itu benar-benar tidak dapat diprediksi,” lanjutnya.

Begitu pula karantina 14 hari. Kebijakan itu tidak benar-benar mampu menjamin keberlangsungan dunia pariwisata. Kembali pada Bali, penerbangan internasional tampak masih sepi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Sebaliknya, ribuan pelancong domestik malah berdatangan ke Pulau Dewata. 

Berikut negara wisata yang mengisyarakatkan ikuti langkah Indonesia:

- Thailand
Negeri Gajah Putih baru-baru ini menggemakan niat untuk menunda pembukaan kembali pariwisata. Otoritas pariwisata Thailand berkomentar dalam webinar awal bulan ini.
"Saya tidak melihat sinyal dari pemerintah bahwa negara akan buka tahun ini," ujar Chattan Kunjara Na Ayudhya.
Thailand memang memiliki program percontohan yang dijalankan pada Oktober. Program itu mengizinkan turis internasional ke Phuket dengan masa karantina selama dua minggu setelah tiba di resor yang ditunjuk.

- Australia dan Selandia Baru
Negara itu mengisyaratkan kemungkingkan tidak membuka akses kembali pada 2020. CEO Australian airline Qantas Alan Joyce baru-baru ini memberi tahu investor tentang warga Australia yang diperkirakan tidak akan dapat melakukan penerbangan internasional hingga 2021.
Otoritas kedua negara, Australia dan Selandia Baru, juga menjajaki kemungkinan pembukaan akses wisata antar dua negara. Itupun mensyaratkan pengendalaian covid-19.

- Afrika Selatan
Negara itu memang sangat bergantung pada pariwisata. Saat ini, kasus virus korona di Afrika Selatan terbanyak di Afrika dengan total 618 ribu kasus.  CEO of South African Tourism, Sisa Ntshona, memperkirakan tidak ada pariwisata internasional pada tahun ini. (M-1)

BERITA TERKAIT