31 August 2020, 17:35 WIB

Hasil Sidak, Banyak Restoran Langgar Kapasitas Maksimum 50%


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

JIKA selama ini Satpol PP DKI Jakarta kerap melakukan pengawasan di pagi dan siang hari, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menyebut pihaknya juga akan mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) kepatuhan aturan PSBB Transisi pada malam hari. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa Jakarta seolah lebih 'hidup' di malam hari.

Hal ini seperti yang ia lakukan pada Sabtu (29/8) malam lalu. Arifin melakukan sidak ke kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut juga dikenal dengan pusat kuliner karena hadirnya belasan warung makan di sepanjang jalan.

Tak kurang sebanyak enam unit rumah makan ia tutup karena melanggar protokol kesehatan.

"Iya pasti kita intensifkan lagi di malam hari karena memang justru lebih ramai. Kemarin ada berapa itu ditindak, sekitar enam rumah makan karena melanggar," ungkap Arifin saat dihubungi Media Indonesia, Senin (31/8).

Arifin menjabarkan dari sidak yang ia lakukan, pelanggaran protokol kesehatan yang paling banyak dilakukan oleh tempat-tempat usaha adalah protokol mengenai pembatasan jumlah pengunjung.

Baca juga : Anggota DPRD Bingung dengan Kebijakan Jam Malam di Depok

Tempat usaha seperti restoran dan warung makan sebagian besar tidak memberikan jarak pada meja dan kursi pengunjung karena tidak mau mengurangi jumlah kapasitas.

"Kalau untuk pengecekan suhu, penggunaan masker pada pegawai, hand sanitizer, wastafel itu sudah. Tapi ternyata jumlah meja dan kursi ini dikurangi tapi tidak sampai 50%. Jadi physical distancingnya ini dilanggar. Padahal kan harusnya dilakukan supaya sirkulasinya bagus, antar pengunjung tidak terlalu rapat," tukasnya.

Arifin pun meminta agar para pengelola tempat usaha dapat mematuhi aturan protokol kesehatan. Ia tak segan-segan untuk langsung menutup sementara warung makan atau restoran yang melakukan pelanggaran.

"Kita akan tutup tanpa teguran. Ditutup sementara untuk memperbaiki protokol kesehatannya. Kalau mengulangi lagi, siap-siap kena denda progresif," paparnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT