31 August 2020, 17:28 WIB

Polisi Selidiki Airsoft Gun dalam Penyerangan Polsek Ciracas


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

TIM terpadu yang terdiri dari unsur TNI maupun Polri masih menyelidiki inisiden penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (29/8) lalu. Salah satu hal yang diselidiki adalah penggunaan senjata airsoft gun yang melukai salah satu korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Menurutnya, apabila pelaku adalah okum TNI, maka pemeriksaan dilakukan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam Jaya.

"Masih kita lihat penyelidikan seperti apa. Kita liat siapa penggunanya. Domainnya penyidikan yang dilakukan oleh teman-teman TNI, ada hukum militer di sini," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8).

"Kalau pelakunya adalah teman-teman TNI, yang memeriksa dari Denpom. Kalau ada dari sipil, baru kita koordinir," sambungnya.

Sampai sejauh ini, Yusri mengaku belum ada warga sipil yang diperiksa terkait keterlibatan dalam serangan tersebut. Dugaan penggunaan senjata airsoft gun sebelumnya disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Baca juga : DPR: Jangan Sampai TNI AD Memiliki Citra Menakutkan

Ia menuturkan bahwa saat kejadian, ada korban yang mengaku tertembak. Berdasarkan pengamatan secara kasat mata oleh Dandim 0505 Jakarta Timur Koloner Kav Rahyanto Edy, sambung Andika, luka korban seperti berasal dari peluru airsoft gun.

Diketahui, penyerangan tersebut diawali oleh informasi yang salah yang disampaikan anggota TNI berinisial Prada MI. Pada Jumat (28/8) malam, ia mengalami kecelakaan tunggal. Namun Prada MI menyampaikan ke 27 rekannya bahwa ia dikeroyok oleh orang tidak dikenal.

Pengakuan tersebut lantas menyulut emosi yang lain sehingga melakukan perusakan di Mapolsek Ciracas pada Sabtu dini hari. Panglima Daerah Komando Militer (Pangdam) Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menyebut misinformasi itu menimbulkan, "Jiwa korsa yang berlebihan mereka tidak terkendali akhirnya melakukaan perusakan."

Setidaknya, sudah ada 12 prajurit TNI yang ditahan di Rutan Guntur. Andika menyebut penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas merupakan peristiwa yang sangat memalukan dan merugikan citra Angkatan Darat. Ia berjanji bahwa anggotanya yang terlibat akan ditindak dengan tegas. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT