31 August 2020, 17:21 WIB

Covid-19 Papar 200 Pekerja Medis di Aceh


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

KEKHAWATIRAN terhadap terpapar corona virus disease-19 (Covid-19) di kawasan Provinsi Aceh telah meresahkan semua profesi. Pasarnya virus berbahaya itu siap menyerang siapa saja. Bukan hanya mereka yang lengah, tapi juga bisa hinggap di tubuh insan medis.

Misalnya hingga sekarang sudah 200 orang pekerja medis di Aceh dinyatakan telah terinfeksi covid-19.  Mereka ialah petugas kesehatan yang aktif di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUD-ZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit kabupaten/kota lainnya.

Jumlah 200 tenaga medis yang terpapar itu dianggap sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh dunia kesehatan. Jumlah tersebut setara lebih dari 10% dari jumlah penderita seluruhnya di Aceh yang mencapai 1.599 orang (data Minggu 30 Agustus 2020).

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Senin (31/8), sebagian besar tenaga medis yang diketahui positif Covid-19 itu tidak ada gejala sakit. Hanya sebagian kecil saja yang menimbulkan gejala sehingga harus menjalaniperawatan medis di rah sakit.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Kedisiplinan Warga Riau Kacau

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal, mengatakan ada dua hal yang menyebabkan penularan virus korona di rumah sakit. Dari pasien tertular kepada tenaga medis atau sebaliknya yaitu dari tenaga medis menular ke pasien yang datang.

Karena itu, tenaga medis seperti perawat, dokter dan lainnya perlu menjaga protokoler kesehatan saat beraktivitas di luar rumah sakit. Sebab bisa saja petugas tidak tertular di rumah  sakit karena terlindungi APD, tetapi tertular ketika di luar saat di keramaian atau lokasi lainya.

"Tenaga medis juga harus perhatikan aktivitas kala di luar rumah sakit," tutur Safrizal. (A-2)

 

BERITA TERKAIT