31 August 2020, 16:45 WIB

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Kedisiplinan Warga Riau Kacau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

Eskalasi penambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Riau mengalami lonjakan tajam sepanjang Agustus. Dalam satu bulan kasus baru covid-19 mencapai 1.200 kasus. Bahkan pada Minggu (30/8) terdapat penambahan 135 kasus terkonfirmasi covid-19, sementara pasien sembuh hanya bertambah 28 pasien.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau Indra Yovi mengatakan penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sepanjang Agustus menjadi yang tertinggi. "Mencapai 1.200," kata Indra, Senin (31/8).

Padahal, imbuhnya, sejak Maret hingga awal Agustus jumlah kasus positif covid-19 di Riau hanya sebanyak 420 pasien atau sekitar 100 kasus per bulan.

"Dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif yang semakin tinggi tapi kedisiplinan di Riau saat ini semakin kacau," tukas Yovi di Pekanbaru, Senin (31/8).

Yovi mengatakan lonjakan kasus baru positif covid-19 pada Agustus sesuai dengan prediksi pihaknya. "Lantaran banyak libur panjang pada bulan tersebut," sambungnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kepri Tembus Angka 1.000

Akibat penambahan pasien yang sangat signifikan itu, sejumlah kamar isolasi dan ventilator IGD fasilitas kesehatan rumah sakit (RS) penuh.

"RSUD Arifin Achmad penuh. RS Eka hospital penuh. RS Awal Bross juga hampir penuh. Dari jumlah kapasitas 710 kamar isolasi di Riau, sebanyak 400 sudah terisi penuh. Jadi, hanya tersisa 300 lagi. Sedangkan penambahan di atas 100 pasien positif baru diperkirakan akan terus terjadi hingga September nanti," papar Yovi.

Ia mengungkapkan penyebaran Covid-19 yang semakin banyak di Riau sudah tidak bisa ditentukan dengan batasan kluster sebab sudah terjadi hampir pada semua profesi dan perkantoran. Oleh karena itu sebagai langkah antisipasi, pemerintah Riau menunjuk setiap Sekretaris pada masing-masing OPD menjadi gugus tugas yang harus menjamin berjalannya disiplin protokol kesehatan.

"Minimal harus selalu pakai masker di kantor. Termasuk nanti diatur saat istirahat makan siang sebab pada jam itu sering lepas masker dan lalai," jelas Yovi sembari menambahkan usulan penerapan kembali PSBB oleh Pemda apabila kondisi kian memprihatinkan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan hingga saat ini total terkonfirmasi positif covid-19 ada 1.739 orang, Yang menjalankan isolasi mandiri 399 orang, dirawat di RS 344 orang, sembuh 966 orang, dan 30 meninggal dunia.

Mimi menambahkan pasien suspek atau pasien dalam pengawasan yang isolasi mandiri berjumlah 5.784 orang dan isolasi di RS berjumlah 66 orang. Lalu, yang sudah selesai isolasi berjumlah 9.563 orang dan meninggal dunia berjumlah 38 orang. Jadi, total suspek berjumlah 15.451 orang.

"Spesimen diperiksa berjumlah 1.360 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 947 orang. Adapun sampai hari ini, Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad telah memeriksa 49.028 spesimen," jelas Mimi.

Direktur RSUD Arifin Achmad Nuzelly Husnedi mengatakan tingginya eskalasi kasus positif covid-19 di Riau seiring dengan peningkatan kemampuan kapasitas laboratorium biomolekuler RSUDAA. .

"Kita akan lakukan penyesuaian terus uji lab PCR bagi prioritas kontak terdekat dengan kegiatan pengambilan sampel uji swab massal sebab kapasitas pemeriksaan di lab RSUD sudah bisa 1.200 sampel per hari," jelasnya.

Selain itu, penyebab naiknya kasus covid-19 adalah karena kian masifnya proses pengambilan sampel untuk uji swab. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT