31 August 2020, 15:17 WIB

Anies: Edukasi Covid-19 Jadi Bagian Tersulit


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui sulit untuk mengedukasi warga terkait adaptasi kebiasaan baru. Dalam fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga fase.

Pertama ialah pengajaran dan pendidikan. Kedua, proses pendisiplinan dan ketiga adalah proses menanamkan adaptasi kebiasaan baru. Pada fase pengajaran dan pendidikan, Pemprov DKI menanamkan kesadaran tentang covid-19, serta upaya pencegahan dan penanganan.

"Tantangan membentuk kebiasaan baru itu beberapa tahap. Kalau kita perhatikan untuk sampai pada kebiasaan, itu ada proses. Proses pengajaran, pendidikan dan pemberitahuan fase satu,” jelas Anies dalam seminar virtual, Senin (31/8).

Baca juga: DKI Siap Buka Bioskop, Epidemiolog: Sebaiknya di Zona Hijau

“Lalu ada proses pendisiplinan, bila tidak berjalan dengan baik, harus ada proses pendisiplinan. Harapannya nanti muncul kebiasaan baru. Jadi fase yang paling menantang adalah fase pertama dan fase kedua. Kalau sudah jadi kebiasaan, ini menjadi budaya baru," imbuhnya.

Dia menekankan pemerintah dan masyarakat tidak bisa berjalan sendiri dalam melawan pandemi covid-19. Kedua pihak harus bekerja sama. Pemprov DKI dikatakannya terus menggencarkan testing, tracing dan treatment (3T). Adapun masyarakat harus tetap disiplin menjalankan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga: PDIP: Warga DKI tak Butuh Jalur Sepeda, Tapi Ketegasan Anies

"Bila pemerintah tidak mengerjakan 3T, tidak kredibel untuk meminta masyarakat mengerjakan 3M. Di sisi lain, bila pemerintah mengerjakan 3T, tapi masyarakat tidak mengerjakan 3M, yang dikerjakan pemerintah menjadi tidak berdampak. Saya melihat kebiasaan (baru) ini harus muncul di kita semua," pungkas Anies.

Dibutuhkan pemikiran yang terbuka, baik dari Pemprov DKI maupun masyarakat. Sehingga, mampu menemukan solusi inovatif untuk penanganan pandemi covid-19. Jika salah satu pihak menunjukkan resistensi, dapat menghambat penanganan wabah.

"Bila kita open minded, terus-menerus menjadi learner, maka pandemi ini insya Allah bisa terkendali dengan baik," tutupnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT