31 August 2020, 14:26 WIB

DKI Siap Buka Bioskop, Epidemiolog: Sebaiknya di Zona Hijau


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menentang rencana pembukaan bioskop. Menurutnya, ruangan tertutup seperti bioskop rentan terhadap penularan covid-19.

Pengelola bioskop juga akan sulit mengawasi pengunjung terkait penerapan protokol kesehatan selama pemutaran film.

Namun, jika pemerintah daerah tetap ingin membuka bioskop, sebaiknya dilakukan pemetaan penyebaran covid-19 terlebih dahulu.

Baca juga: Bioskop di DKI Wajib Lakukan Simulasi Sebelum Beroperasi Kembali

"Mana zona merah, kuning dan hijau. Nah, yang boleh dibuka itu yang berstatus zona hijau. Kalau zona merah itu masih rawan. Dihitung berdasarkan laju kasusnya atau incident rate, jumlah kasus dan luasan wilayah," kata Tri saat dihubungi, Senin (31/8).

Pemerintah daerah diharapkan tidak terburu-buru memutuskan permohonan pembukaan bioskop dari pengelola. Tri menekankan urgesi untuk mempertimbangkan status penyebaran covid-19.

"Jadi tidak buru-buru semua permintaan pengelola itu di-approve demi ekonomi. Katanya kesehatan dan ekonomi harus jalan seimbang," pungkasnya.

Baca juga: Studi: Survivor Covid-19 Berpotensi Terkena Gangguan Jantung

Dia menyoroti upaya pemulihan ekonomi yang digencarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, Pemprov DKI harus memastikan bahwa transmisi covid-19 dapat dikendalikan.

"Zona merah dan kuning diupayakan jadi zona hijau dulu. Kita harus waspada. Apalagi sejauh ini DKI cukup tinggi tingkat penularannya dan positivity rate pernah di atas 10%," tutupnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT