31 August 2020, 13:53 WIB

Eks Menteri Pertahanan Jepang Terpopuler Gantikan Abe


Faustinus Nua | Internasional

Publik mendukung Shigeru Ishiba untuk mengambil alih kepergian Shinzo Abe, tapi dia kekurangan dukungan di dalam partai yang berkuasa.

Jajak pendapat menunjukkan mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba sebagai calon pilihan paling populer di kalangan publik untuk menjadi perdana menteri Jepang berikutnya, menyusul munculnya persaingan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Shinzo Abe.

Survei Kyodo News akhir pekan menunjukkan Ishiba memperoleh sekitar 34% dari dukungan publik. Angka itu lebih dari dua kali lipat dukungan untuk Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga yang menjadi pilihan populer kedua dengan 14%.

Baca juga: PM Jepang Shinzo Abe Mundur karena Masalah Kesehatan

Jajak pendapat Nikkei/TV Tokyo menunjukkan Ishiba yang berusia 63 tahun mendapat dukungan 28%, diikuti oleh Menteri Pertahanan saat ini Taro Kono dengan 15%. Sementara, Suga berada di tempat keempat dengan 11% dukungan.

Survei tersebut menyoroti perpecahan antara opini publik dan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa. Dukungan faksi dalam politik Jepang sangat penting. Analis mengatakan Ishiba hanya memiliki sedikit teman di LDP.

Media lokal melaporkan bahwa Suga, seorang letnan lama Abe justru diharapkan mendapat dukungan dari faksi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai dan dari faksi besar lainnya.

Hal itu akan menjadi perjuangan berat bagi Ishiba. Dia merupakan seorang kritikus Abe di LDP yang gagal melawan Abe dalam kepemimpinan terakhir partai pada tahun 2018.

Ada pun kandidat potensial lainnya adalah kepala kebijakan LDP Fumio Kishida, yang juga menjadi menteri luar negeri hingga 2017. Dia disukai oleh Abe dan menempati posisi terakhir untuk kedua survei opini publik tersebut.

Sebelumnya pada Jumat, Abe mengumumkan pengunduran diri, lantaran memburuknya penyakit kronis yang dideritanya. Hal itu membuat Jepang harus mengatur panggung untuk pemilihan kepemimpinan yang baru.

Lembaga penyiaran publik NHK mengatakan pemilihan itu kemungkinan akan berlangsung sekitar 13-15 September. Presiden LDP hampir dijamin menjadi perdana menteri karena mayoritas partai di majelis rendah parlemen.

Brad Glosserman, wakil direktur Center for Rule-Making Strategies di Tama University, mengatakan Suga adalah taruhan yang aman dalam hal dinamika internal LDP, tetapi mungkin tidak begitu menarik pada saat pemilihan. Pemilihan umum harus diadakan pada akhir Oktober 2021.

"Dia tampaknya tidak memiliki karisma atau visi untuk mendorong Jepang ke arah yang baru. Dia tampaknya menjadi Nomor Dua yang abadi. Dia akan memenuhi janji yang dibuat oleh bosnya," ujar Glosserman. (AlJazeera/OL-14)

 

BERITA TERKAIT