31 August 2020, 12:54 WIB

Mustapha Adib Bakal Ditunjuk Sebagai PM Libanon


Faustinus Nua | Internasional

SEKELOMPOK mantan perdana menteri Libanon telah memilih diplomat yang kurang dikenal, Mustapha Adib, sebagai pemimpin pemerintahan negara itu berikutnya. Penunjukan Duta Besar Libanon untuk Jerman itu akan dipastikan pada proses pencalonan, Senin (31/8).

Dikutip Al Jazeera, Fouad Siniora, berbicara atas nama kelompok para perdana menteri yang bertemu pada Minggu (30/8), mengatakan Adib harus segera membentuk pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi yang telah lama tertunda.

Dia juga harus mengawasi rekonstruksi Beirut setelah ledakan besar yang menewaskan sedikitnya 190 orang dan merusak sebagian besar ibu kota itu.

Baca juga: Hizbullah Terima Usulan Prancis Soal Tatanan Politik Baru Libanon

Kelompok empat mantan perdana menteri mewakili jumlah terbesar dari anggota parlemen Muslim Sunni di parlemen Libanon, termasuk blok Gerakan Masa Depan mantan Perdana Menteri Saad Hariri.

Dukungan mereka dipandang penting untuk keberhasilan perdana menteri, yang di bawah pakta pembagian kekuasaan sektarian Libanon harus selalu Sunni.

Mantan PM Hassan Diab mendapat dukungan hanya beberapa dari 27 anggota parlemen Sunni. Pemerintahan enam bulannya, yang mengundurkan diri setelah ledakan 4 Agustus, secara luas dipandang gagal membuat kemajuan dalam reformasi ekonomi dan politik.

Pada Senin (31/8) pagi, Presiden Michel Aoun akan mengadakan konsultasi mengikat dengan anggota parlemen untuk melakukan mosi formal memilih perdana menteri berikutnya, yang kemudian harus membentuk pemerintahan.

Konsultasi akan dimulai dengan tiga dari empat mantan perdana menteri dan blok Gerakan Masa Depan Hariri, yang semuanya akan mencalonkan Adib, duta besar Libanon untuk Jerman.

Sebagian besar blok besar lainnya, termasuk Hizbullah, Gerakan Amal, dan Gerakan Patriotik Bebas, telah mengindikasikan mereka akan mengikuti, dengan mudah memberi Adib suara terbanyak. (OL-1)

BERITA TERKAIT