31 August 2020, 12:35 WIB

Polisi Dalami Keterlibatan Sipil dalam Penyerangan Polsek Ciracas


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan pihaknya mendalami kemungkinan keterlibatan warga sipil terhadap penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, yang terjadi Sabtu (29/8) dini hari.

"Dari Polda sendiri, kita masih terus mendalami, melakukan penyelidikan, apakah kemungkinan ada keterlibatan orang sipil di sini. Nanti domainnya adalah Polda Metro Jaya, kita tunggu saja," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/8).

Namun, Yusri menyebut pihaknya belum memeriksa warga sipil yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Warga sipil yang sudah diperiksa sejauh ini merupakan saksi di lokasi kejadian maupun korban.

Baca juga: Pascapengerusakan, Pelayanan di Polsek Ciracas Dibuka Kembali

Menurut Yusri, penyelidikan atas serangan terhadap Mapolsek Ciracas terus dilakukan tim terpadu. Ia menegaskan pihak TNI yang diduga terlibat diperiksa Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam Jaya.

"Asal kejadian pengerusakan ini adanya informasi oknum Prada MI yang sekarang sudah ditangani oleh Denpom yang menyebarkan berita bahwa dia dianiaya seseorang," jelas Yusri.

"Kemudian sudah kita laksanakan kegiatan olah TKP kemarin, kenyataannya bahwa memang yang bersangkutan ternyata kecelakaan," imbuhnya.

Prada MI mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Arundina, Ciracas, Jumat (28/8) malam. Ia mengabarkan ke rekan-rekannya bahwa dirinya dikeroyok. Setidaknya, ada 12 prajurit TNI yang ditahan di Rutan Guntur.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas merupakan peristiwa yang sangat memalukan dan merugikan citra Angkatan Darat. Ia berjanji anggotanya yang terlibat akan ditindak dengan tegas. (OL-1)

BERITA TERKAIT