31 August 2020, 09:45 WIB

Kejenuhan Tenaga Medis Covid-19 Berpengaruh pada Layanan RS


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Seiring dengan membludaknya pasien covid-19 di rumah sakit rujukan, beban tenaga medis semakin berat. Di Jakarta saat ini kasus covid-19 menembus lebih dari 39 ribu per (30/8).

"Lonjakan kasus berdampak pada kapasitas layanan rumah sakit karena dengan kata lain para tenaga medis di rumah sakit sekarang sudah di titik terjenuh," ungkap Pakar Kesehatan Hermawan Saputra, Minggu (30/8).

Menurut Hermawan, meski ada jam kerja shift bagi tenaga medis, namun tetap dengan lonjakan kasus maka beban tersebut akan menumpuk. Terlebih jika kapasitas tenpat tidur di rumah sakit penuh.

Baca juga: DKI Tambah 1.114 Kasus Covid-19, Klaster dari Liburan Panjang

"Tenaga medis juga manusia, pada waktu tertentu mereka punya kejenuhan. Bayangkan kerja 24 jam walaupun shift, orangnya itu saja, sementara ada laju kasus covid-19 yang tidak linear. Kejenuhan itu berpengaruh pada pelayanan RS," jelas Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tersebut.

Merawat pasien covid-19, ungkap Hermawan, bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah dan berisiko. Oleh karenanya kesiapan tenaga medis baik dari psikis dan fisik harus tetap dijaga dengan baik.

Hermawan mengungkapkan tiap harinya ada kasus tenaga medis atau tenaga kesehatan serta staf di rumah sakit terjangkit covid-19.

"Para tenaga medis harus bekerja dengan ketelitian yang luar biasa. Pemerintah harus menjamin iklim layanan kesehatan yang berkualitas," pungkas Hermawan. (OL-14)

BERITA TERKAIT