31 August 2020, 09:19 WIB

Prajurit TNI dan Polri Perlu Edukasi Sinergi


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

ANGGOTA Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan prajurit TNI dan Polri perlu mendapatkan edukasi terkait sinergi lembaga. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya konflik di tingkat bintara dan tamtama.

"Yang selama ini terlibat konflik TNI dan Polri, bisa ada muatan edukasi kebersamaan antarinstitusi," ujar Bobby, Senin (31/8).

Ia menambahkan edukasi yang disampaikan kepada prajurit TNI dan Polri dapat dikemas dalam kegiataan bersama. Agar pesan sinergisitas yang ingin disampaikan dapat diaplikasikan secara langsung.

"Saling mempererat hubungan, tidak perlu seperti Akademi Militer," tuturnya.

Baca juga: Komandan tidak Bisa Lepas Tangan

Selain itu, pimpinan TNI dan Polri diharapkan dapat menggelorakan semangat persatuan kepada jajaran mereka. Menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung sebagai lembaga keamanan.

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar itu menyakini sinergitas TNI dan Polri di tingkat perwira tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka telah menjalin hubungan yang harmonis sejak mengenyam pendidikan bersama di Akmil.

"Berasal dari almamater yang sama Akmil, AAL, AAU, dan AKPOl, kumpul satu tahun di Magelang," imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan orang tidak dikenal menyerang Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (29/8) dini hari. Penyerangan dipicu isu pengeroyokan anggota Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad), Prada MI.

"Ada enam orang dapat (kabar) dari Prada MI bahwa yang bersangkutan dikeroyok padahal kenyataannya tidak," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Acara Metro Hari Ini Eksklusif Metro TV, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Dudung mengklarifikasi isu miring tersebut. Prada MI mengalami kecelakaan tunggal, peristiwa itu diketahui melalui rekaman CCTV. (OL-1)

BERITA TERKAIT