31 August 2020, 08:46 WIB

Bioskop di DKI Wajib Lakukan Simulasi Sebelum Beroperasi Kembali


Cindy Ang | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mewajibkan pengelola bioskop untuk melakukan simulasi sebelum beroperasi. Ini demi memastikan bioskop dapat menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Tim dari Pemprov akan melakukan survei lapangan dan meminta manajemen bioskop melakukan simulasi sesuai proposal yang diajukan," jelas Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bambang Ismadi saat dikonfirmasi, Senin (31/8).

Menurut dia, proposal penerapan protokol kesehatan itu sebelumnya akan dipelajari terlebih dahulu selama kurang lebih tiga hari. Setelah itu, pengelola bioskop diminta memaparkan proposl tersebut.

Baca juga: Protokol Kesehatan Harga Mati

Selanjutnya, tim dari Pemprov DKI akan menilai dan memberikan masukan maupun saran kepada pengelola terkait proposal protokol kesehatan tersebut.

Pengelola diminta memperbaiki maupun menambah protokol kesehatan bila diperlukan.

"Baru kemudian diberi waktu sekitar tiga hari untuk perbaikan. Setelah itu, baru tim Pemprov akan survei lapangan dan meminta manajemen melakukan simulasi," ujar dia.

Bambang mengatakan pengelola yang telah mengantongi izin masih harus melakukan simulasi operasional. Masyarakat diminta menilai persiapan penerapan protokol kesehatan di bioskop.

"Masyarakat dapat menyampaikan saran-saran kepada manajemen maupun tim agar protokol kesehatan dapat dikontrol lebih baik lagi atau diperbaiki," beber Bambang.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada pengelola bioskop yang telah mengajukan proposal permohonan pembukaan bioskop. Sebab, tim penilaian protokol kesehatan dari Pemprov DKI juga belum terbentuk. (OL-1)

BERITA TERKAIT