31 August 2020, 04:17 WIB

Relawan tidak Menunjukkan Gejala Mengkhawatirkan


Fer/BY/Ant/X-3 | Humaniora

TIM Riset dari Unpad Bandung menyatakan sebanyak 248 relawan sudah menjalani penyuntikan dalam rangka uji klinis tahap ketiga vaksin covid-19 Sinovac asal Tiongkok tersebut. Hal ini dikemukakan Manajer Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Unpad, Eddy Fadliyana, di Bandung kemarin.

“Bahkan 21 relawan di antaranya sudah menjalani penyuntikan vaksin untuk kedua kalinya dan tidak ada gejala yang gawat,” kata Eddy.

Sejauh ini, lanjut Eddy, tidak ada relawan mengalami gejala atau reaksi serius setelah menjalani penyuntikan vaksin, baik penyuntikan pertama maupun kedua.

Dengan proses uji vaksin yang tengah berjalan ini, Eddy berharap penelitian bisa sesuai harapan karena vaksin baru bisa diproduksi ketika uji klinis telah ditempuh dengan hasil yang baik.

Di sisi lain, untuk menghentikan penyebaran covid-19, Kementerian Kesehatan menggelar kampanye disiplin pakai masker di Gelora Bung Karno (GBK), kemarin. Kampanye akbar itu menjadi semacam ajakan kepada warga masyarakat untuk membiasakan diri mengenakan masker agar terhindar dari penularan virus korona.

Gerakan kampanye memakai masker dilakukan selama 10 Agustus-6 September, kampanye cuci tangan pakai sabun pada 7 September-6 Oktober, dan kampanye jaga jarak pada 7 Oktober-6 November.

“Hari ini (kemarin) jumlah masker yang dibagikan sekitar 40 ribu dari Kementerian Kesehatan dan Kemenko Perekonomian. Semua dibagikan kepada peserta yang ada di GBK dan masyarakat sekitar,” ujar Sekjen Kemenkes Oscar Primadi.

Oscar melanjutkan, di masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan baru dan beradaptasi terhadap situasi yang kemungkinan berlangsung lama. Cepat atau lambatnya persebaran virus ditentukan oleh kemauan masyarakat untuk mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif covid-19 per kemarin menjadi 172.053 setelah ada penambahan 2.858 orang, kemudian pasien sembuh menjadi 124.185 setelah ada penambahan 1.383 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 7.343 dengan penambahan 82. (Fer/BY/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT