31 August 2020, 05:30 WIB

Protokol Kesehatan Harga Mati


Ins/KG/J-1 | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan pengelola bioskop harus mematuhi protokol kesehatan agar tempat hiburan itu tak menjadi klaster baru covid-19. Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi langsung bioskop XXI Cinema di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (29/8).

“Rencananya akan dibuka, jika segala aspek sudah benar-benar siap, agar bioskop tidak menjadi klaster baru,” kata Riza dalam media sosialnya.

Pembukaan bioskop akan dila­kukan pada awal September. Riza menegaskan bakal ada sanksi bila didapati pengelola bioskop melanggar protokol kesehatan. “Jika nanti ada pelanggaran, kami akan tegas memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Ketua DPP Gerindra itu.

Pihaknya meminta pengelola bioskop untuk menyiapkan QR code, wastafel cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, traffic pengunjung dan penjagaan jarak yang diatur, serta petugas bioskop yang wajib menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan. “Di bioskop, pemesanan tiket melalui online, penontonnya sendiri yang menyobek tiket,” tutur Riza.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengungkap­kan pihaknya telah menutup se­mentara restoran Warunk Up­normal di kawasan Tebet, Jakar­ta Selatan. Pemberian sanksi tersebut dilakukan pada Sabtu (29/8). “Mereka tidak menerapkan physical distancing dan kapasitas yang 50%,” ujar Arifin.

Pengelola restoran Warunk Up­normal Tebet tersebut dianggap melanggar Peraturan Gubernur No 79/2020 tentang denda progresif atau pelanggaran yang berulang kali.

Sementara itu, di Depok, acara dangdutan di lapangan terbuka Pengasinan, Sawangan, Sabtu (29/8), menuai kritik warga.

Namun, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny mengaku tidak tahu ada panggung dangdutan itu. (Ins/KG/J-1)

BERITA TERKAIT