31 August 2020, 04:35 WIB

Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Dimninta Wajib Lapor


Bagus Pradana | Humaniora

TIDAK mau berpangku tangan dalam penanganan pandemi covid-19, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, 48, memilih turun gelanggang menjadi salah satu dari 1.620 relawan uji klinis vaksin covid-19 Sinovac di Bandung, Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu sebelumnya sudah melakukan pendaftaran resmi sebagai relawan sejak awal Agustus lalu dan telah melalui serangkaian prosedur pemeriksaan untuk uji klinis tersebut.

Pada Jumat (28/8), Kang Emil menjalani penyuntikan vaksin covid-19 yang bertempat di Puskesmas Garuda, Bandung. “Tubuh saya sekarang secara resmi mengandung covid-19 yang sudah dilemahkan atau dimatikan,” ujar Emil dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya.

Seusai disuntik vaksin covid-19, Kang Emil mengaku tangan kirinya sempat agak mati rasa dan sedikit mengantuk. Namun, ada satu hal yang ia anggap tidak biasa.

“Selama 5 menit pegal, cenat-cenut, dan mati rasa agak terasa di sepanjang tangan kiri. Namun, setelahnya alhamdulillah normal, hanya jadi rada mengantuk dan lapar yang tidak biasa,” beber alumnus S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung dan S-2 Urban Design di University of California, Berkeley, AS, itu.

Ridwan pun meminta doa agar antibodi dalam tubuhnya dapat bereaksi sehingga bisa melawan virus covid-19, jika suatu hari virus tersebut hadir dalam tubuhnya.

“Doakan semoga pasukan antibodi akan muncul setelah vaksinasi ini sehingga jika virus aktif benarannya suatu hari hadir, tubuh ini bisa melawannya dengan maksimal,” sambung suami dari Atalia Praratya itu.

Selama kurang lebih dua pekan setelah vaksin berlangsung, ia wajib melaporkan perkembangan dirinya kepada tim peneliti, melakukan 3 kali kunjungan kembali, dan menempuh satu kali proses vaksinasi lagi.

“Setiap hari kondisi tubuh akan dilaporkan melalui kertas rapor kepada tim peneliti. Semoga tidak ada efek samping atau hal-hal yang kurang baik,” pungkas Kang Emil.

Diakuinya, sebelum memutuskan menjadi relawan, Ridwan Kamil meminta nasihat dari ibunya, Tjutju Sukaesih. Jawaban sang ibu pun menenangkannya.


Asuh bayi

Sejak pandemi covid-19 muncul, Kang Emil masih menjalani rutinitas yang sama dengan protokol kesehatan tentunya. Namun, sejak Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2020, hari-hari bapak dua anak itu mulai berubah.

‘Kami memulai mengasuh bayi lelaki yatim piatu lucu ini yang ditinggalkan kedua orangtuanya. Kami beri nama anak kami Arkana Aidan Misbach (cahaya yang hangat dan menerangi dunia),’ tulis Kang Emil di akun Instagram-nya.

Bayi mungil itu baru saja dikhitan dengan adat Sunda lewat budaya Sisingaan pada 29 Agustus 2020. Kehadiran Arkana begitu menyemarakkan hidup Kang Emil sekeluarga karena setelah itu foto-foto di akun Instagramnya sering kali memperlihatkan kebersamaannya dengan sang bayi, termasuk saat Emil bekerja. Misalnya, saat peringatan HUT ke-75 RI pada 17 Agustus lalu. (H-2)
 

BERITA TERKAIT