31 August 2020, 01:15 WIB

Suar Literasi Desa Pasayangan


MI | Humaniora

BANGUNAN seluas 20 meter persegi itu tadinya hanya sebuah gudang yang telantar.

Setelah difungsikan menjadi perpustakaan, tempat itu kini menjadi salah satu pusat literasi berprestasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Perpustakaan bernama Jendela Dunia itu terletak di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Untuk memuat koleksi 5.000 eksemplar buku dan menampung pengunjung, bangunan yang tadinya cuma seluas 20 meter itu kini sudah menjadi 96 meter persegi.

“Kita memang mengikuti Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 6 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Desa/Kelurahan,” ungkap Kepala Perpustakaan Jendela Dunia Irfan Ali, Rabu (12/8) lalu.

Perpustakaan desa itu sebenarnya telah sudah ada sejak 2010. Namun, sempat vakum pada 2012 hingga 2016 dan baru diaktifkan kembali pada 2017. “Karena anak-anak sedang main dengan gawai dan sudah mulai melupakan membaca,” ungkap Irfan.

Selain itu, imbuhnya, masyarakat desa juga memiliki keingin an membuat suatu produk, tapi tidak tahu harus berbuat apa karena tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Untuk dua alasan itulah, perpustakaan desa tersebut dihidupkan kembali.

Perpustakaan Jendela Dunia terus berinovasi dan melebarkan sayapnya dengan membuatkan kotak buku digital di dua dusun, yaitu Dusun Kaler dan Dusun Kidul. Dengan kotak buku digital, masyarakat desa yang jauh dari perpustakaan tetap bisa membaca buku secara rutin.

Sentuhan digitalisasi juga diterapkan lewat aplikasi Simpusdes Web App pada sistem Android. Pada aplikasi tersebut, dimuat pula OPAC, ebook, dan epusdesJar. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan akses sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. “Sehingga semua warga bisa terlayani dengan baik,” pungkas Irfan. (Nurul Hidayah/H-2)

 

BERITA TERKAIT