30 August 2020, 19:55 WIB

Dinamika Suksesi Golkar di Bekasi harus Dicermati DPP


mediaindonesia.com | Megapolitan

PARTAI Golkar sebagai partai kader dan terbuka sudah terbiasa dengan tingginya dinamika politik dalam menghadapi suksesi pimpinan, apalagi diikuti dengan kontestasi pilkada dan pemilu pada 2024.

Wajar terjadi berbagai peristiwa dan intrik politik jelang suksesi kepemimpinan sebagaimana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Bekasi, namun semua pihak terutama elite partai dan DPP harus tetap mengedepankan etika dan moral dan tidak melakukan intervensi terhadap musda daerah tersebut.

"Fenomena suksesi yang berlangsung di DPD Partai Golkar Kota Bekasi tersebut mencerminkan rivalitas yang cukup sengit dilakukan para kandidat. Dinamika politik dalam tubuh Gokar Kota Bekasi tentunya  harus dicermati dan disikapi dengan hati hati oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dan tidak intervensi supaya jangan sampai salah memilih Ketua DPD Golkar Kota Bekasi,” kata  Direktur eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS)  Bambang Istianto di Jakarta, dalam keterangannya, Minggu (30/8). 

Partai Golkar, kata dia memiliki kriteria dan standar jelas  siapa yang berhak menjadi pimpinan partai di daerah (Kota Bekasi) tersebut. Kriteria tersebut antara lain yang paling dijunjung  tinggi yaitu etika dan moral.

Dalam kaitan itu, tambahnya penundaan musda DPD Partai Gokar Kota Bekasi merupakan suatu kewajaran terkait diperlukannya waktu agar tidak terjadi salah pilih dalam menentukan pimpinan, apalagi bila mengingat implikasinya terhadap eksistensi partai dalam konstelasi politik di daerah dan nasional. DPP Partai Golkar sangat berperan menjaga etika dan moral.

“Karena itu, DPP Golkar sudah dipastikan tidak memaksakan diri ikut mendukung pencalonan (salah satu) kadernya, yang diduga memalsukan ijasah, dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang sempat tertunda," tegasnya.

“Pertimbangan tersebut, kata dia sudah seharusnya dilakukan dalam rangka menjaga marwah partai sebagai partai politik terbesar nomor dua di Indonesia,” ujarnya menambahkan, suksesi  ditubuh  partai Gokar Kota Bekasi dinilai strategis dalam percaturan politik di wilayah Jawa Barat dan secara nasional menjelang pemilihan Presiden pada 2024. 

Seperti diketahui, kata Bambang dalam suksesi tersebut muncul kandidat ketua DPD Golkar Kota Bekasi yaitu, Novel Saleh Hilabi, TB. Hendra Suherman, Ade Puspitasari dan H. Zainul Miftah, yang akan bertarung. Ternyata, hiruk pikuk percaturan politik di wilayah tersebut sebagaimana yang terjadi memperlihatkan kontestasinya cukup sengit.

“Pada  umumnya  dalam perhelatan perebutan kekuasaan sering digunakan segala cara atau gaya Machiaveli. Misalnya fenomena yang muncul dalam percaturan tersebut isu sensitif yang dibuka publik seperti isu dinasti, penjualan gedung DPD Golkar dan bahkan upaya penundaan pelaksanaan musda Golkar. Karena itu, intrik politik dan saling lempar isu sensitif mewarnai pesta demokrasi dalam musda Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat tersebut,” jelasnya.

Bambang mengingatkan, salah satu sikap cermat dan hati hati yaitu diantara salah satu kandidat ada yang dinilai melanggar etika dan moral berat. (OL-13)

BERITA TERKAIT