30 August 2020, 16:15 WIB

Dorong UMKM Optimalisasi Teknologi Digital


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mendorong pelaku UMKM untuk mengoptimalkan teknologi digital. Tujuannya ialah agar UMKM dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk.

"Pasalnya, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," ujar Teten dalam High Impact Seminar dan Kick Off Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara virtual Minggu (30/8).

Akan tetapi, lanjutnya, di awal 2020 baru sebanyak 8 juta UMKM yang masuk dalam platform digital. Angka itu sekitar 13% dari total 64 juta UMKM yang terdata.

Oleh karenanya, Kemennkop UKM menekankan perlunya peningkatan kerja sama antara Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pihak lain yang terlibat, untuk mendorong UMKM bisa bersaing di pasar domestik dan pasar global.

Teten menyebutkan, di dalam masa pandemi covid-19 ini permasalahan yang dihadapi UMKM bukan hanya keterbatsan pembiayaan, tapi juga keberlanjutan usahanya di dalam platform digital.

Baca juga : Akhir September, Subsidi Gaji Tuntas Diterima Pekerja

Pada persoalan pembiayaan, pemerintah telah memberikan dukungan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti subsidi bunga kredit, kredit modal kerja, hibah modal kerja kepada pelaku usaha mikro. Dukungan pada UMKM dianggarkan sebesar Rp123,46 trilun dan telah terserap 45,76% hingga 27 Agustus 2020.

Kemudian pada isu keberlanjutan UMKM, imbuh Teten, sedianya dapat ditangani pemerintah melalui penyerapan produk UMKM. Sebab, segala dukungan fiskal yang diberikan pemerintah bila tidak diiringi permintaan dari masyarakat akan minim arti.

"Ini yang saya kira kita prioritaskan yaitu belanja pemerintah dan BUMN, karena keduanya saya kira di tengah daya beli masyarakat yang menurun, belanja pemerintah dan BUMN  setidaknya bisa menyerap produk UMKM," imbuh Teten.

"Kami ada kerja sama dengan Erick Thohir, Menteri BUMN melalui pasar digital UMKM. Sudah ada komitmen belanja UMKM, belanja di bawah Rp14 miliar maka diprioritaskan  untuk UMKM, ada potensi Rp35 triliun dari 27 produk," sambungnya.

Ke depan, kata Teten, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan K/L, pemerintah daerah, institusi perbankan dan seluruh pihak yang terkait untuk mendorong UMKM terdigitalisasi. Tujuannya ialah agar UMKM nasional dapat tumbuh dan bersaing di level nasional maupun global. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT