30 August 2020, 13:29 WIB

16 Kecamatan di Semarang Kena Covid-19, Semarang Barat Tertinggi


Akhmad Safuan | Nusantara

KASUS Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah ada di seluruh kecamatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama instansi terkait gencarkan operasi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pemantauan Media Indonesia, Minggu (30/8), kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami pasang surut setiap hari, 16 kecamatan (seluruhnya) terdapat kasus dengan jumlah terbesar di Kecamatan Semarang Barat capai 77 kasus.

Baca juga: 1.500 Siswa SD dan SMP di Solo Terima Ponsel untuk PJJ Daring

Data dari Dinas Keseharan Kota Semarang menyebutkan jumlah kasus Covid-19 di Kota ini meningkat, dari sebelumnya total 461 orang yang hingga kini masih dirawat menjadi 505 orang yakni dari dalam kota sebanyak 373 orang dan luar kota 132 orang.

Kasus Covid-19 di dalam kota terjadi di seluruh kecamatan, yakni Semarang Utara (17 orang), Semarang Timur (11 orang), Semarang Selatan (16 orang), Semarang Tengah (18 orang), Semarang Barat (77 orang), Gayamsari (7 orang), Candisari (11 orang), Pedurungan (41 orang), Genuk (16 orang), Tembalang (42 orang), Gajahmungkur (14 orang), Ngaliyan (40 orang), Gunungpati (10 orang), Banyumanik (39 orang), Mijen (11 orang) dan Tugu (6 orang).

"Jumlah kasus Covid-19 kota ini mengalami fluktuatif, angkanya terus naik turun baik dari dalam maupun luar kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, Minggu (30/8).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara terpisah mengatakan untuk menekan dan mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19, maka terus digencarkan kegiatan operasi terhadap pelanggar protokol kesehatan di seluruh wilayah yang ada, baik itu di tempat publik seperti pasar, tempat hiburan, maupun taman kota, juga di perusahaan.

Baca juga: Maju Pilkada, Gus Ipul Mundur Sebagai Komut PTPN III

Dalam operasi penegakan disiplin protokol kesehatan, demikian Hendrar, tim gabungan dari berbagai instansi terkait pada tahap awal hanya memberikan imbauan dan peringatan, namun selanjutnya memberikan sanksi tegas kepada setiap pelanggar dari mulai sanksi administrasi hingga sanksi sosial seperti menyapu jalan.

"Langkah penegakan hukum protokol kesehatan ini diharapkan akan dapat memberikan kedisiplinan warga sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19," ujar Hendrar Prihadi. (OL-6)

BERITA TERKAIT