30 August 2020, 13:05 WIB

DPR Tegaskan tidak Kehilangan Semangat di Tengah Pandemi


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengungkapkan, di tengah berbagai keterbatasan pada masa pandemi, para anggota dewan tidak kehilangan semangat kerja dalam menjalankan tugas dan fungsi DPR RI.

Ia pun optimistis semangat tersebut akan menghasilkan output yang baik bagi perkembangan bangsa dan negara.

“Mereka berupaya secara maksimal menjalankan peran sebagai mitra kritis Pemerintah. Saya optimistis semangat dan keras ini akan berujung berupa hasil kerja besar untuk pembangunan bangsa ini ke depan,” ujar Gobel, dalam keterangan pers, memperingati HUT DPR yang ke-75, Minggu (30/8).

Baca juga: DPR Himpun Saran Apindo untuk Klaster Ketenagakerjaan RUU Ciptaker

Ia mengatakan, saat ini, Indonesia mempunyai agenda besar. Tidak hanya terkait masalah pandemi covid-19, tapi juga di berbagai hal lain.

Ia menilai, saat ini, adalah momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam rangka membangun masa depan perekonomian nasional.

"Dengan potensi sumber daya yang ada dan kondisi masyarakat yang kian dinamis, lompatan besar itu bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Bagi setiap Anggota DPR, hal ini harus dijadikan sebagai motivasi dalam menjalankan fungsinya, menjadi pendorong untuk lebih berperan melakukan hal besar bagi masa depan bangsa,” tuturnya.

Politisi Partai NasDem ini juga berujar masyarakat konstituen sudah sangat mengharapkan dan tengah menunggu wakil-wakil mereka di DPR RI berperan membangun kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia. Baik di bidang sosial, ekonomi, teknologi dan kehidupan politik yang demokratis.

Gobel juga mengungkapkan, di bidang legislasi, setidaknya DPR sudah menyelesaikan dua tanggung jawab penting. Pertama, mengesahkan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020  tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang merupakan carry over dari DPR periode 2014-2019. UU itu dinilai mendorong peningkatan nilai tambah sektor pertambangan dan mewujudkan industri hulu dan hilir yang kuat.

Kedua, DPR telah menyelesaikan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional menghadapi dampak covid-19 menjadi UU.

"Ini sangat penting karena memberi ruang yang luas bagi eksekutif agar bisa merespon secara cepat berbagai kebijakan yang bersifat extraordinary yang dibutuhkan dalam penanganan covid-19 beserta dampaknya," jelasnya.

Bersama Pemerintah, saat ini DPR juga tengah bekerja keras menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja.

"RUU ini merupakan satu terobosan dan kerja besar untuk menjamin terjadinya penguatan fundamental ekonomi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT