30 August 2020, 12:40 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Kota Sukabumi Bertambah 4 Orang


Benny Bastiandy | Nusantara

Jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali bertambah. Pada Sabtu (29/8), terdapat penambahan empat orang pasien terkonfirmasi positif covid-19

"Ada penambahan terkonfirmasi empat orang pada Sabtu," kata Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Minggu (30/8).

Wahyu menuturkan keempat pasien terkonfirmasi semuanya laki-laki. Mereka terdiri atas 2 orang warga Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros, 1 orang warga Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, dan 1 orang warga Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang.

"Kasus baru ini merupakan hasil tracing, tracking, dan testing yang kami lakukan secara masif," jelasnya.

Baca juga:

Dengan penambahan 4 orang pasien itu, maka jumlah terkonfirmasi positif covid-19 menjadi 127 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 kasus sudah dinyatakan sembuh. Masih tersisa 11 pasien yang sedang menjalani isolasi.

Penambahan juga terjadi pada kasus suspek covid-19. Ada penambahan 7 kasus, sehingga jumlahnya menjadi 167 kasus. Sebanyak 164 orang masih menjalani isolasi dan 3 orang dinyatakan selesai.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan berfluktuasinya jumlah kasus covid-19 masih akan terus terjadi selama vaksin spesifiknya belum ditemukan. Karena itu, lanjut Fahmi, Pemkot Sukabumi melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 masih akan terus melakukan upaya tracing, tracking, dan testing.

"Ini (tracing, tracking, dan testing) merupakan tiga kunci utama. Selama vaksin spesifiknya belum ditemukan, maka pergerakan covid-19 akan naik-turun. Kadang bertambah, kadang juga tidak," imbuh Fahmi.

Jadi, jelas Fahmi, masyarakat diharapkan tidak kaget seandainya terjadi penambahan kasus baru covid-19. Terjadinya penambahan kasus baru covid-19 juga mengindikasikan pandemi covid-19 belum selesai.

"Jadi, warga juga jangan lengah. Tetap gunakan protokol kesehatan. Ketika ada penambahan, mestinya warga juga meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT