30 August 2020, 11:19 WIB

Ini Alasan Pemerintah Kucurkan Subsidi Pekerja sampai Desember


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

BANTUAN langsung tunai (BLT) untuk pekerja formal nonaparatur sipil negara (ASN) dengan gaji di bawah Rp5 juta akan didistribusikan hingga Desember 2020. Target distribusi itu sesuai dengan ketersediaan anggaran.

"Saat ini, (pemerintah) menggunakan anggaran 2020 (untuk program tersebut)," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Subsidi Gaji Rp600 Ribu Ala Jokowi', Minggu (30/8).

Ida mengatakan pemerintah akan mengevaluasi salah satu program pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu. Pemerintah akan memutuskan lanjut tidaknya pemberian bantuan bagi 15,7 juta pekerja tersebut.

Baca juga: Kementan Pastikan Kepmen soal Ganja Mengacu UU Narkotika

"Pemerintah juga berharap kondisinya pulih di 2021. Tentu pemerintah akan melakukan evaluasi bagaimana setelah Desember 2020 ini," ucap Ida.

Ida minta masyarakat tidak khawatir bila ada perusahaan yang belum memenuhi syarat pekerja penerima subsidi. Salah satunya menunggak pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Sebab, pekerja yang berhak menerima subsidi Rp600 ribu bila perusahaan tempatnya bekerja telah membayarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2020. Ida menjamin pekerja tersebut tetap dapat subsidi selama masih menjadi peserta aktif.

"Sepanjang mereka masih sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan, meskipun menunggak pembayarannya, maka tetap berhak untuk mendapatkan subsidi ini," tegas Ida.

Ia menyadari perusahaan juga kesulitan keuangan dalam masa pandemi covid-19. Sedangkan yang kesulitan membayar ini dinilai paling berhak menerima subsidi tersebut.

"Justru dalam pandangan kami mereka adalah adalah yang perlu dibantu sebenarnya karena membayar iuran aja mereka mengalami masalah," ujar Ida. (OL-1)

BERITA TERKAIT