30 August 2020, 11:13 WIB

Trump Dijadwalkan Berkunjung ke Kenosha


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (1/9), akan mengunjungi Kenosha, Wisconsin, kota yang mengalami kerusuhan setelah polisi menembak punggung pria berkulit hitam. Hal itu dikatakan pejabat Gedung Putih kepada reporter, Sabtu (29/8).

Trump akan menemui pejabat penegak hukum dan menaksir kerusakan di kota tempat petugas menembak Jacob Blake, sehingga lumpuh dari pinggang ke bawah dan saat ini masih berada di rumah sakit, kata pejabat itu.

Seorang remaja berusia 17 tahun ditahan otoritas di Kenosha atas dakwaan menembak tiga orang yang sedang memprotes penembakan Blake. Dua di antara ketiga orang itu tewas.

Baca juga: AS Sebut Klaim Beijing Atas Laut China Selatan Konyol

Kyle Rittenhouse, remaja itu, menyerahkan diri kepada polisi pada Rabu (26/8) di dekat rumahnya di Illinois dekat perbatasan Wisconsin.

Para pejabat Kenosha dikecam karena video yang memperlihatkan petugas penegak hukum memberinya air minum di depan merebaknya kekerasan dan berlaku ramah pada para milisi bersenjata di jalan-jalan.

Sebelumnya, diberitakan sekitar 1.000 orang bergabung dalam barisan unjuk rasa sepanjang satu mil di Kenosha, Wisconsin pada Sabtu (29/8)
sore, seraya meneriakkan 'Black Lives Matter' dan 'No Justice, No Peace' saat satuan-satuan Pengawal Nasional bersiaga mencegah munculnya kembali kekerasan yang mengguncang kota tepi danau sebelumnya pekan ini.

Jacob Blake Sr, ayah pria kulit hitam 29 tahun yang ditembak polisi kulit putih yang memicu keresahan, mengimbau pengunjuk rasa menahan diri dari penjarahan dan vandalisme yang dia sebut mengurangi dorongan bagi kemajuan.

"Orang-orang baik kota ini maklum. Bila kita merusak kita tidak punya apa-apa," katanya kepada orang-orang yang berkumpul di sebuah taman
yang menjadi pusat protes yang mendukung anaknya, Jacob Blake Jr. "Hentikan. Tunjukkan kepada mereka selama satu malam kita tidak mesti merusak apa pun."

Penembakan Blake, di depan tiga anaknya, mengubah kota berpenduduk 100.000 warga yang sebagian besar kulit putih wilayah selatan Milwaukee
menjadi pusat unjuk rasa di musim panas berskala nasional melawan kekejaman polisi dan rasisme.

Kemarahan atas penembakan Blake, yang terekam video yang viral, memicu bentrok jalanan, dengan pengunjuk rasa melempar petasan dan batu ke arah
polisi yang menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Pada Selasa (25/8) malam, tiga pendemo tertembak--dua tewas--oleh seorang remaja kulit putih bersenjata senapan semiotomatis.

Di Kenosha, Sabtu (29/8), orang-orang menorehkan pesan-pesan persatuan pada papan-papan untuk melindungi pertokoan setelah banyak kawasan bisnis terbakar habis lewat serangan pendemo yang membakar dan merusak. Para warga berharap ketenangan akan terjadi pada malam keempat. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT