30 August 2020, 10:30 WIB

Minta Bioskop Tak Jadi Klaster, Wagub: Ada Sanksi Bagi Pelanggar


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menyebut pengelola bioskop harus mematuhi protokol kesehatan agar tempat hiburan itu tak menjadi klaster baru covid-19.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi langsung bioskop XXI Cinema di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (29/8).

"Rencananya akan dibuka, jika segala aspek sudah benar-benar siap agar bioskop tidak menjadi klaster baru," kata Riza dalam media sosialnya.

Baca juga: DPRD Sarankan Anies Buka Layar Tancap Ketimbang Bioskop

Pembukaan bioskop akan dilakukan pada awal September. Riza menegaskan bakal ada sanksi bila didapati pengelola bioskop melanggar protokol kesehatan.

"Jika nanti ada pelanggaran, kami akan tegas memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tukas Ketua DPP Gerindra itu.

Pihaknya meminta pengelola bioskop untuk menyiapkan QR Code, wastafel cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, traffic pengunjung, dan penjagaan jarak yang diatur. Selain itu, petugas bioskop juga wajib menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan.

"Di bioskop, pemesanan tiket melalui online, penontonnya sendiri yang menyobek tiket," tutur Riza.

Pengunjung bioskop hanya menghadap ke satu arah selama di dalam bioskop. Bercakap-cakap di dalam bioskop pun tidak diizinkan untuk mencegah interaksi langsung di tengah penularan covid-19.

"Kami juga meminta agar selalu rutin melakukan penyemprotan disinfektan serta mengecek kedisiplinan pekerja maupun pengunjung, jika beroperasi kembali nanti," pungkas Riza. (OL-14)

BERITA TERKAIT