29 August 2020, 10:30 WIB

Penting! Mematuhi Protokol Kesehatan dalam Persalinan


Mediaindonesia.com | Humaniora

SEBAGAI garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat pada lingkup layanan rumah sakit,  petugas kesehatan diharapkan senantiasa melayani pasien secara seksama. Terlebih pada fase adaptasi kehidupan baru, pelaksanaan pelayanan mengacu pada protokol kesehatan merupakan hal yang mutlak dilakukan, termasuk para perawat dan bidan saat melayani proses persalinan.
 
"Hal pertama yang harus diingat perawat dan  bidan adalah terlebih dahulu dapat melindungi diri kemudian pasien. Hal tersebut berdasarkan masih rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan di periode new normal serta beragamnya tingkat kepahaman masyarakat terhadap perkembangan covid-19," tutur ahli kebidanan dan kandungan dari Siloam Hospitals Jambi, dr. Ade Permana, Sp.OG, KFR dalam webinar kesehatan bertajuk 'Persiapan Kehamilan dan Persalinan di era new normal.

Baca juga: Kemenkes Terbitkan Aturan Persalinan Saat Pandemi Covid-19

Ade melanjutkan akan Antenatal Care (ANC) atau periode pemeriksaan kehamilan yang dilakukan dokter atau bidan, selain mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, periode ANC dimasa new normal dilakukan penambahan skrining semester satu, penggunan Alat Pelindung Diri (APD) dalam masa kehamilan dan deteksi keseluruhan diakhir masa kehamilan oleh dokter spesialis.

"Jadi pada semester pertama periode ANC, ketika positif hamil, ibu harus diskrining seutuhnya guna mengetahui kesehatan secara total dan kemudian periode fase masa kehamilan, ada 6 kali pemeriksaan oleh petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri tingkat satu atau APD tingkat dua jika diperlukan," tuturnya.

Dalam webinar yang dihadiri  220 bidan dan perawat itu juga disebutkan bahwa  terdapat lima skema penyelamatan dengan sebelumnya dilakukan skiring menyeluruh. Ade  menyebutkan, jika dalam hasil dikatakan negatif namun memiliki kontak erat pada pasien covid, ibu hamil cukup melakukan isolasi mandiri kemudian dipantau perkembangan kehamilan oleh perawat melalui jaringan komunikasi. Akan halnya apabila terbukti terpapar virus korona, ibu hamil agar langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas ibu hamil.

"Jadi, hal yang paling mendasar adalah lakukan rapid test sebelum proses ANC atau lebih baik swab test, termasuk dalam proses memasuki fase kelahiran", pungkas Ade mengingatkan.

Siloam Hospitals Jambi merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas terlengkap di Jambi dan mengusung konsep penangan kesehatan terkini bagi masyarakat di Sumatera Tengah. Rumah sakit tersebut dilengkapi dengan peralatan modern seperti 64 Slice CT Scan, 1.5 Tesla MRI, mamograf, dan enam unit dialisis sejak tahun 2011. Letaknya yang strategis di samping Bandara Sultan Thaha, Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Siloam Jambi siap melayani pasien-pasien yang memerlukan perawatan dan evakuasi medis darurat.

Di masa pandemi covid-19, Siloam Hospitals Jambi turut mendukung pemerintah sebagai rumah sakit swasta rujukan penanganan covid-19. Dalam penanganan covid-19, manajemen Siloam hospitals Jambi membagi dua areal yang berjarak memisahkan pelayanan khusus pasien covid dan non-covid dengan tetap mengacu pada konsep clean hospitals dan protokol kesehatan. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT