29 August 2020, 18:18 WIB

Insiden di Ciracas Diduga Akibat Misinformasi terkait Kecelakaan


Tri Subarkah | Megapolitan

PANGLIMA Komandi Daerah Militer (Pangdam) Jakarta Raya Mayjen Dudung Abdurachman menjelaskan, sebelum terjadi perusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, dirinya mendapat informasi mengenai kecelakaan tunggal yang dialami oleh anggota TNI berinisial Prada MI.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (27/8) sekira pukul 20.00 WIB di sekitar Arundina, Ciracas. Setelah kecelakaan tersebut, Prada MI dilarikan ke Rumah Sakit Ridwan Meuraksa, Taman Mini untuk mendapatkan perawatan.

"Kemungkinan besar dari informasi tersebut Kapolsek Ciracas dapat informasi bahwa Prada MI tersebut informasinya dikeroyok," ujar Dudung kepada Metro TV dalam acara Metro Hari Ini, Sabtu (29/8).

Menanggapi kejadian tersebut, Dudung mengatakan Kapolsek Ciracas melaporkan hal itu ke Kapolres Jakarta Timur. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0505/JT Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto beserta jajaran juga disebutnya langsung mengecek TKP. Namun, kata Dudung, sembilan orang saksi di lokasi menyampaikan tidak ada pengeroyokan yang dilakukan oleh pihak manapun terhadap Prada MI.

Oleh sebab itu, pada pukul 23.00 WIB dilakukanlah olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Dudung, saat dilakukan olah TKP, sekelompok massa yang berjumlah sekitar 100 orang datang. Ia menyebut bahwa mereka mengamuk dan meminta penjelasan tentang permasalahan yang menimpa Prada MI.

Baca juga : Kompolnas Minta Penyerangan Mapolsek Ciracas Diusut Tuntas

"Dandim Kolone Edy menjelaskan bahwa Prada MI itu mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Arundina. Tapi mereka tidak percaya, tidak menggubris pengarahan Dandim tersebut," jelas Dudung.

Akibatnya, secara brutal kawanan massa tersebut merusak toko-toko dan melarikan diri ke arah Polsek Pasar Rebo. Di sana, mereka juga melakukan perusakan sebelum akhirnya menyerang Mapolsek Ciracas.

Saat ditanya keterlibatan anggota TNI dalam perusakan tersebut, Dudung enggan menjawab secara eksplisit.

Namun, menurut Dudung, Prada MI menyampaikan informasi kepada rekan seangkatannya bahwa ia dikeroyok, bukan kecelakaan tunggal.

"Dari informasi ini lah mungkin berkembang, temasuk di medsos bahwa yang bersangkutan dikerokok dengan beberapa kalimat yang membangkitkan teman-temannya emosi. Sehingga dengan jiwa korsa yang berlebihan mereka tidak terkendali akhirnya melakukaan perusakan," tandas Dudung. (OL-7)

BERITA TERKAIT