29 August 2020, 18:02 WIB

Bandara Internasional Yogyakarta Tahan Gempa Hiingga 8,8 Magnitudo


Hilda Julaika | Ekonomi

BANDARA Internasional Yogyakarta baru saja diresmikan oleh Presiden Joko widodo. Menurut Direktur Utama PT. PP Novel Arsyad , secara konstruksi desain struktur bandara ini disebut mampu menahan gempa dengan kekuatan mencapai 8,8 magnitudo.

“Perencanaan desain struktur bandara ini mampu menahan gempa dengan kekuatan 8,8 magnitudo. Kemudian juga menerapkan parameter gempa yang baru sebagai antisipasi tsunami dan likuifaksi.” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8).

Keberhasilan ini menurutnya menjadi kekuatan bagi PT PP untuk melaksanakan pembangunan bandara baru. Proses pembangunan melibatkan para ahli di bidang konstruksi, termasuk pakar gempa dari Jepang turut dilibatkan untuk memberikan masukan dalam pembangunan bandara ini

Atas pencapaian ini, Perseroan pun dianugerahi tiga penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Adapun penghargaan MURI yang berhasil diraih oleh proyek YIA, yaitu bandara dengan penyelesaian zona airside tercepat, bandara dengan pemakaian beton terbanyak, dan pembangunan konstruksi bandara internasional tercepat.

Baca juga : Airnav Catat Aktivitas Pergerakan Pesawat Terus Meningkat

Sebagai informasi, bandara ini telah diresmikan Presiden Jokowi yang juga dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Direktur Utama Angkasa Pura 1 (Persero) Faik Fahmi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Bupati Kulonprogo Sutedjo.

Bandara yang terletak di Kulonprogo merupakan salah satu bentuk upaya menghasilkan karya terbaik Perseroan yang menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Penyelesaian airside bandara tersebut dikerjakan dengan sangat cepat hanya dalam waktu 8 (delapan) bulan.

“Sedangkan untuk mencapai pengoperasian minimum bandara, Perseroan dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu 12 bulan. Pembuatan desain arsitektur YIA didesain dengan konsep kearifan lokal dan terdapat pekerjaan Art Work atau pekerjaan seni yang melibatkan 46 seniman lokal Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkas Novel. (OL-7)

BERITA TERKAIT