29 August 2020, 15:19 WIB

Rencana Penghentian Pencegahan Karhutla di Amazon, Menuai Protes


Adiyanto | Weekend

PERNYATAAN Kementerian lingkungan Brasil  yang akan menghentikan upaya pencegahan kebakaran dan penggundulan hutan Amazon karena pemotongan anggaran, menuai kecaman.

Langkah itu menjadi tekanan bagi pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro, politisi sayap kanan yang skeptis terhadap perubahan iklim. Sebelumnya dia juga telah menuai kritik internasional karena terjadinya lonjakan deforestasi dan menyerukan agar hutan hujan terbesar di dunia itu (Amazon) dibuka untuk pertambangan dan pertanian.

"Mulai Senin tengah malam, semua kegiatan untuk memerangi penggundulan hutan ilegal di wilayah Amazon dan semua operasi melawan kebakaran hutan di lahan basah Pantanal dan wilayah lain akan dihentikan," kata kementerian lingkungan dalam pernyataan awal, seperti dikutip AFP.

Dikatakan kementerian ekonomi telah memblokir sekitar 60 juta real (US$11 juta) pendanaan untuk dua badan pengatur lingkungan dan memaksa mereka untuk menghentikan operasi pencegahan karhutla dan deforestasi di Amazon.

Para aktivis lingkungan pun segera mengutuk tindakan tersebut.

"Pembatalan yang tidak masuk akal ini ... terjadi pada saat tingkat deforestasi dan kebakaran meningkat di wilayah Amazon dan ada rekor jumlah kebakaran yang memecahkan rekor di Pantanal, kawasan lahan basah tropis terbesar di dunia,”  kata kantor World Wildlife Fund di Brasil. dalam sebuah pernyataan.

Wakil Presiden Hamilton Mourao, yang ditunjuk oleh Bolsonaro untuk memimpin gugus tugas melawan deforestasi, segera turun tangan. Dia mengatakan Menteri Lingkungan Ricardo Salles telah bertindak tergesa-gesa dan bahwa pendanaan tidak akan diblokir.

Kementerian lingkungan kemudian meralat pernyataannya. Mereka menyatakan dana telah dicairkan dan kegiatan pencegahan kebakaran dan deforestasi di Amazon akan berjalan seperti biasa.

Mourao mengaitkan gonjang-ganjing itu terkait permintaan dari kantor Bolsonaro kepada semua kementerian untuk memotong anggaran guna membantu mendanai stimulus darurat sebesar 600 real sebulan buat orang-orang miskin di Brasil yang terdampak ekonomi dari pandemi virus korona. “Tapi, pemotongan itu tidak wajib, “ ujar Wapres.

Sejumlah analis politik mengatakan pemberian stimulus telah mendorong peringkat popularitas Bolsonaro ke level tertinggi sejak ia menjabat sebagai presiden pada Januari 2019.

Namun, mereka mengingatkan, presiden harus waspada bakal menulai kembali kecaman internasional  seperti tahun lalu ketika puluhan ribu kasus kebakaran melanda Amazon, meningkatkan kekhawatiran akan masa depan sumber daya yang dipandang penting untuk mengerem laju perubahan iklim. (M-4)

BERITA TERKAIT