28 August 2020, 23:47 WIB

Dampak Pandemi, Produsen Sepatu ini Perkuat Penjualan Online


Syarief oebaidillah | Ekonomi

DAMPAK pandemi covid 19 ke berbagai sektor publik termasuk dunia usaha menjadi momentum berbagai kalangan perusahaan untuk berbenah.

Tak terkecuali PT Sepatu Bata yang kini memperkuat jajaran pemasarannya dalam penjualan melalui daring (online) dengan membuka webstore Bata.id. Sebelumnya, Bata juga sudahmasuk pada beberpa platform e-commerce.

“Webstore Bata.id ini kami rancang khusus untuk penawaran new arrival atau produk baru serta produk dengan penjualan terbaik atau (lbest-selling” kata Hatta Tutuko, Direktur PT Sepatu Bata melalui keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta.

Hatta mengungkapkan, penjualan online membantu pihaknya dapat bertahan dari hantaman dampak pandemi.Menurutnya hampir semua toko ritel perusahaannya terpaksa harus ditutup saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 lalu

Dia melanjutkan , pihaknya juga mengembangkan program chatshop, yang memberi kemudahan para pelanggan dapat memesan produk Bata yang ada di 300 toko Bata di seluruh Indonesia. Adapun proses pemesanan dapat. dilakukan melalui aplikasi percakapan, WhatsApp.

Ia menjelaskan, dampak pandemi yang luar biasa tidak hanya memaksa Bata menutup sebagian besar toko ritelnya sehingga RUPS memutuskan sepenuhnya keuntungan tahun lalu menjadi laba ditahan. Akibatnya tahun ini tidak ada pembagian dividen.Pasalnya tahun ini terjadi kerugian bersih mencapai Rp8 miliar, padahal di semester pertama tahun lalu perusahaan masih mampu membukukan laba bersih hingga Rp2,5 miliar.

Baca juga : Didukung Teknologi asal Jerman, Mortindo Luncurkan Produk Terbaru

"Untuk capaian semester pertama tahun ini belum dapat.dinformasikan rinciannya karena masih menunggu keterangan resmi dari Bursa Efek Indonesia,” tukasnya.

Direktur PT Sepatu Bata lainnya, Susan Amin menambahkan, kendati penjualan online memberi masukan secara finansial, namun perusahaan tetap akan fokus pada penjualan offline. Susan mengakui dampak pandemi telah mengubah gaya masyarakat konsumen dalam berbelanja dan menahan diri untuk tidak konsumtif.

"Hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk.kreatif dan berinovasi membuat produk yang tetap menarik untuk masyarakat konsumen,” ujarnya.

Susan menjelaskan upaya pemulihan bisnis dilakukan dengan menerapkan 4 langkah strategi, yakini melindungi karyawan dan menjaga pelanggan yang loyal; melanjutkan operasi bisnis dengan biaya semininal mungkin; memaksimalkan penjualan, kas, dan keuntungan secepat mungkin; serta mendapat keunggulan kompetitif dan pangsa pasar.

Dia mengakui, mengimplementasikan strategi tersebut, tidak mudah mengingat pandemi tidak saja berpengaruh pada PT Sepatu Bata saja juga sektor.bisnis lainnya di Indonesia.dan dunia. (OL-7)

BERITA TERKAIT