28 August 2020, 23:14 WIB

Gerakan Sadar Masker Selamatkan Indonesia


Atalya Puspa | Humaniora

PROTOKOL kesehatan termasuk penggunaan masker digadang menjadi salah satu cara paling efektif untuk menekan laju penyebaran covid-19. Namun ironis, masyarakat masih cenderung abai terhadap protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kampanye Gerakan Sadar Masker dengan mengajak seluruh aparat, pejabat sipil, TNI/Polri, maupun para tokoh dan masyarakat.

"Sesuai Instruksi Presiden, saya ingin mengajak seluruh kekuatan yang ada mulai dari aparat, pejabat sipil, TNI maupun Polri dan juga tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan sadar memakai masker," ujarnya saat kampanye Gerakan Sadar Masker di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (27/8).

Muhadjir menekankan, hanya dengan protokol kesehatan salah satunya mengenakan masker, Indonesia bisa menurunkan angka keterpaparan covid-19. Namun demikian, masker yang digunakan harus sesuai standar disertai cara pemakaian yang baik.

"Itu satu-satunya cara untuk kita bisa menekan angka keterpaparan maupun angka kematian sampai nanti ditemukan vaksin yang mujarab, yang bisa betul-betul menjadi senjata pamungkas untuk mengakhiri wabah covid-19," tegas Menko PMK.

Ia menyebut, Provinsi NTB masuk dalam kuadran dengan angka kesembuhan tinggi dan angka kematian yang juga relatif tinggi dibandingkan skala nasional. Berdasarkan data, angka kesembuhan per-26 Agustus 2020 sebanyak 1.944 dari total 2.661 (73,06%) dan meninggal sebanyak 155 (5,82%).

Baca juga: Kemenkominfo Kampanyekan Ayo Pakai Masker Sebagai Gaya Hidup

Saat ini, menurutnya, pemerintah telah melakukan upaya percepatan penanganan Covid-19 di NTB yakni dengan menambah sejumlah alat tes PCR. Harapannya, pemeriksaan SWAB secara diagnostik dapat dilakukan di banyak titik sehingga mempercepat proses tindak lanjut berikutnya.

"Untuk memperbanyak swab, di hampir semua daerah kita beri PCR dengan segala fasilitasnya. Kita harapkan upaya ini bisa semakin mempercepat, selain itu kita akan lebih mengatasi dari aspek surveilance," tukas Menko PMK.

Ia pun mengungkapkan bahwa pencegahan covid-19 melalui protokol kesehatan wajib diterapkan di seluruh wilayah terutama tempat-tempat rawan seperti desa wisata adat di Provinsi NTB.

Menko PMK yang didampingi Gubernur Provinsi NTB, Kapolda NTB, Pangdam, Danrem 162/WB, para pejabat eselon I Kemenko PMK, serta pejabat sipil Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah, pada kesempatan tersebut melakukan kampanye dengan secara langsung membagikan masker kepada masyarakat adat Desa Sade, para pekerja proyek pembangunan Sirkuit Mandalika, serta para pedagang dan pengunjung Pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah.

Total masker yang dibagikan mencapai 1 juta masker dari BNPB dan 1 juta masker dari Kemenkes. Setelah Provinsi NTB, kampanye Gerakan Sadar Masker akan terus berlanjut ke seluruh wilayah di Tanah Air demi menyelamatkan Indonesia dari ancaman covid-19.(OL-5)

BERITA TERKAIT