28 August 2020, 20:50 WIB

Zona Merah, Pemkot Bogor Terapkan PSBB Skala RW


Dede Susianti | Megapolitan

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 pusat atau tingkat nasional, telah menetapkan Kota Bogor berstatus zona merah atau resiko tinggi penularan covid-19, sejak kemarin.

"Kota Bogor statusnya zona merah. Berdasarkan data kasus positif, dua minggu terakhir menunjukan lonjakan tajam,"kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, Jumat (28/8).

Bima menjelaskan, lonjakkan itu, pertama disebabkan karena tracing yang dilakukan oleh pihaknya dan tes yang masif.

"Dari data swab positif yang ada, jadi dari seluruh kasus yang ada, 49 persen dari berasal penelusuran atau tracing dari orang yang positif. Kedua adalah 24 persen, orang yang bergejala meminta di swab,"ungkapnya.

Dengan status itu, berdasarkan pembahasan forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah), lanjut Bima, pihaknya memutuskan untuk menerapkan kebijakan baru.

“Kita mempercepat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK). Jadi, RW yang merah akan dibatasi aktivitasnya atau semi lockdown RW-RW yang merah,” katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tinggi, Satgas Persilakan Anies Tarik Rem Darurat

Pembatasan mikro di RW zona merah, warga diminta untuk tidak beraktivitas di luar atau berkerumun, termasuk membatasi kegiatan sosial keagamaan yang pengawasannya melibatkan TNI, Polri atau babinsa, bhabinkamtibmas, ASN (aparat sipil negara), kelurahan, kecamatan dan RW siaga.

"Artinya mikro adalah pembatasan kegiatan di rw rw yang zona merah. Aparat, ASN, TNI Polri akan mengawasi ketat kegiatan di zona merah. Tidak boleh ada kerumunan. Diminta untuk tinggal di rumah. Kecuali keluar untuk kebutuhan medis dan pangan. Kami sudah mendata RW yang merah,"pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari gugus tugas penanganan covid-19 Kota Bogor per Jumat (28/8) hingga pukul 14.00 wib, yang terkonfirmasi positif totalnya sebanyak 553 orang. Ada penambahan kasus baru sebanyak 13 orang.

Dari total 553 itu, yang dinyatakan selesai isolasi atau sembuh sebanyaj 326 orang dan masih sakit sebanyak 198 orang. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT