28 August 2020, 20:46 WIB

Di Purwakarta, Kepala BPPSDMP Sebut Petani Sebagai Pejuang Pangan


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEPALA Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa petani adalah pejuang pangan. Pernyataan itu disampaikannya saat mengunjungi Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Nagrikidul Purwakarta, Jumat (28/8).

Menurut Dedi Nursyamsi, jika kita setuju NKRI sebagai harga mati, maka petani pun harga mati. “Karena, yang menyediakan pangan adalah pertanian. Berarti, pertanian adalah harga mati. Dan yang mengerjakan pertanian adalah petani, berarti petani pun harga mati," ucap Dedi.

"Petani adalah pejuang pangan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya para petani dan penyuluh kita ditingkatkan kemampuan, keterampilan, dan juga pengetahannya,” katanya.

Dedi menjelaskan, pembangunan pertanian harus diawali dari peningkatan kapasitas penyuluh. Karena, penyuluh adalah otaknya petani.  

“Kebangkitan pertanian harus dimulai dari pembangunan SDM, siapa SDM-nya? Ada penyuluh, petani, pembangunan KWT, poktan juga gapoktan. Untuk kembali menjadi negara pengekspor, kita tingkatkan kualitas SDM-nya. Dan di Purwakarta hal itu disupport bupati, kita sepakat pembanguan SDM dimulai dari BPP,” katanya. 

Ditambahkan Dedi, pertanian identik dengan sawah, kebun, ladang yang semuanya ada di desa, dan kampung.

“Jadi pembangunan bukan dari kabupaten, bukan dari provinsi, apalagi di Jakarta. Pembangunan pertanian gerakannya harus dimulai dari kebun, dari ladang, dan dari BPP. Oleh karena itu BPP harus menjadi sumber gerakan pembangunan,” ujarnya.

Dedi yakin jika semua BPP bergerak bersama, pembangunan pertanian di Tanah Air pasti akan sukses. 

“Dan BPP Nagrikidul ini akan kita jadikan BPP Model, jadi contoh utuk membangun BPP lain di Jawa Barat. Potensinya Nagrikidul ini luar biasa. Sejauh mata memandang ada sawah. Dan sawah-sawah itu adalah produsen atau pabrik makanan pokok bagi kita semua. BPP Nagrikidul sudah pantas jadi BPP modern atau Kostratani, komandannya adalah camat, ketua hariannya BPP, anggotanya penyuluh, termasuk POPT dan lainnya,” tuturnya.

Untuk memperkuat Kostratani, Kementan akan melengkapi seluruh BPP dengan IT, komputer dan juga modem. 

“Dengan internet, kita akan terhubung dengan Kementan, dan juga BPP diseluruh pelosok negeri. BPP Nagrikidul bisa bercerita bagaimana cara meningkatkan produksi, mengelola perairan. Tunjukkan bahwa BPP Nagrikidul, petani Nagrikidul, mampu membuat terobosan, seperti urban farming,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan Kostratani akan menjadi pusat dari gerakan pembangunan pertanian.

“Kostratani diperkuat karena Kostratani akan menjadi pusat data dan informasi pertanian. Kostratani juga pusat gerakan pembanguan pertanian, pusat pembelajaran demplot atau sekolah lapang. Dan lainnya. Kostratani juga mengawal program utama Kementan,” tuturnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT