28 August 2020, 20:15 WIB

Bali Bentuk Pasar Gotong Royong agar Ekonomi Bergeliat


Ruta Suryana | Nusantara

GUBERNUR Bali I Wayan Koster membuka Pasar Gotong Royong Krama Bali yang dilaksanakan oleh Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali, Jumat (28/8), di Denpasar.

Dicetuskannya pasar gotong royong ini karena melihat dampak dari pandemi covid-19 sudah  sangat serius terhadap perekonomian di Bali.

"Kenapa kami bikin (pasar gotong royong)? Karena kita melihat dampak adanya (pandemi, red) Covid-19 ini sudah sangat serius terhadap perekonomian masyarakat di Provinsi Bali. Tidak hanya di Bali, tapi juga di seluruh Indonesia dan dunia," kata Koster dalam sambutannya.

Dampak serius itu, lanjut Koster, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Bali yang negatif atau menunjukkan angka minus pada triwulan pertama dan kedua tahun 2020. Sebab 53 persen lebih kontribusi perekonomian Bali datang dari sektor pariwisata. Syukurnya dalam posisi pertumbuhan negatif itu, sektor pertanian justru  menunjukkan pertumbuhan positif meski sangat kecil.

"Artinya apa? Hasil-hasil pertanian kita itu masih terserap sedikit, karena memang orang masih butuh itu untuk hidup," jelasnya. Untuk itulah dia berharap dengan Pasar Gotong Royong Krama Bali ini mampu menjadi media yang membantu petani dan perajin dalam ikut memasarkan produk-produk  mereka.

"Agar ada sarana untuk berjualan yang mempertemukan langsung antara produsen dengan konsumen," kata Koster.

Pada kesempatan ini, Gubernur Bali kembali mengajak masyarakat agar dispilin mengikuti segala kebijakan pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan yang tujuannya guna mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19.

"Memakai masker, kemudian jaga jarak dan juga selalu cuci tangan supaya kita terhindar dari penularan Covid-19," pesannya.

Sementara Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Trisno Nugroho mengakui survei menunjukkan terjadi deflasi di Bali, karena permintaan yang lemah. Ini disebabkan produk lokal tak dibeli oleh industri perhotelan akibat dipicu tak adanya kunjungan wisatawan mancanegara sehingga solusinya perlu mendorong masyarakat agar membeli produk pertanian dan UMKM lokal.

"Dengan kegiatan ini diharapkan aktivitas ekonomi Bali dan juga UMKM dapat terus berjalan dan tetap menjaga kesadaran masyarakat di Bali," harapnya. (OL-13)

 

 

 

 

BERITA TERKAIT