28 August 2020, 19:52 WIB

Pasien Membludak, RSPI Sulianti Saroso Kekurangan Tenaga Medis


Insi nantika Jelita | Humaniora

AGUSTUS ini terjadi lonjakan pasien covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Kapasitas kamar rawat inap di rumah sakit tersebut pernah melebihi kapasitasnya.

"Iya pernah tiga empat hari lalu overload. Baik di kamar ICU dan IGD," ungkap Dirut RSPI Sulianto Saroso Mohammad Syahril kepada Media Indonesia, Jakarta, Jumat (28/8).

Total ada 44 tempat tidur yang tersedia di rumah sakit rujukan covid-19 tersebut. Syahril menyebut, pihaknya tidak bisa menerima semua pasien covid-19. Hanya yang memiliki gejala berat yang bisa ditampung di RSPI.

Ada mekanisme SPG atau sistem penanggulangan gawat darurat terpadu yang terkoneksi dengan banyak rumah sakit untuk mengecek kapasitas sebelum dibawa ke RSPI.

Baca juga : Tekan Kasus Covid-19, Langkah Promotif Preventif FKTP Diperkuat

"Agustus ini tinggi. Sebelumnya merawat maksimal 28 atau 30 orang. Tapi belakangan ini 44 orang. Hari ini sisa lima kamar. RSPI ini rujukan akhir. Jadi kasus-kasus berat baru bisa dikirim ke sini," jelas Syahril.

Selain itu pihaknya kekurangan tenaga medis untuk menangani pasien positif covid-19. Syahril mengatakan, jumlah dokter di RSPI sekitar 50 orang dan 200 perawat lebih.

"Tapi itu tetap kurang, harus ada relaksasi. Mereka jenuh karena bekerja terus. Harus mengurangi jam kerja," jelas Syahril.

Pemprov DKI membuka lowongan. Dalam Surat Pengumuman Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rekrutmen Tenaga Profesional Kesehatan Penanggulangan Covid-19 di Lingkungan Pemprov DKI, ada 13 posisi yang dicari jajaran Gubernur Anies Baswedan tersebut yakni di antaranya dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anestesi KIC dan lainnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT