28 August 2020, 19:15 WIB

Kantor KPK Tutup Selama Tiga Hari


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menutup kantor sementara dan memberlakukan bekerja dari rumah (work from home) secara keseluruhan. Keputusan menutup sementara kantor itu diambil setelah puluhan pegawainya terkonfirmasi positif covid-19.

"Kami memutuskan terhitung Senin 31 Agustus sampai dengan Rabu 2 September full bekerja dari rumah. Dalam artian kantor ditutup selama tiga hari itu," ungkap Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Jumat (28/8).

Sedikitnya tercatat 23 pegawai komisi yang terpapar covid-19 dari hasil uji usap yang dilakukan beberapa pekan belakangan. Yang terbaru, KPK melakukan uji usap kepada 194 pegawai pada Kamis (27/8).

Hasilnya, didapatkan 10 pegawai positif terpapar virus korona. Jumlah itu terdiri dari empat pegawai pada Direktorat Penyidikan dan enam pegawai outsourcing pada Biro Umum. Di Direktorat Penyidikan, salah satu penyidik yang positif covid-19 yakni Novel Baswedan. Sebelumnya, KPK juga telah mengumumkan terdapat 13 pegawai yang juga dinyatakan positif covid-19.

Nawawi mengatakan pemberlakuan bekerja dari rumah selama tiga hari diberlakukan dan kantor KPK akan dilakukan strerilisasi. Namun, pengecualian dilakukan pada Deputi Penindakan yang tetap akan bekerja dari kantor namun dengan sistem bergilir. Hal itu agar penanganan kasus bisa tetap berjalan.

"Aktivitas di kantor mulai kembali pada Kamis 3 September dengan kapasitas 50%. Kami kembali masuk kerja dengan pengaturan 50% di kantor dan 50% di rumah.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi terhadap pegawai-pegawai yang terpapar virus korona. Para pegawai yang dinyatakan positif diwajibkan menjalani isolasi.

"Terhadap beberapa pegawai yang terpapar covid-19 sudah dilakukan langkah-langkah mitigasi dengan dilakukan isolasi mandiri," kata Ali.

Ali menambahkan kondisi kesehatan sejumlah pegawai tersebut juga akan terus dipantau selama masa isolasi mandiri. KPK berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

"KPK telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan layanan medis terdekat dari tempat tinggal pegawai untuk dilakukan pemantauan lebih lanjut dalam proses pemulihannya," ujar Ali.(OL-4)

BERITA TERKAIT