28 August 2020, 04:05 WIB

KPAI Minta Pemda Gelar Swab Test bagi Guru


MI | Humaniora

PEMBUKAAN kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di zona hijau dan kuning dikhawatirkan akan menimbulkan klaster sekolah di tengah pandemi. 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan pemerintah daerah (pemda) agar melakukan tes usap (swab test) covid-19 untuk guru sebelum sekolah dibuka. Hasil swab test dapat menjadi dasar bagi pemda untuk pembukaan sekolah.

Hal tersebut disampaikan komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti pada webinar Rakornas KPAI, kemarin. “KPAI mengusulkan dan mendorong dilakukan swab test kepada seluruh guru, sedangkan kepada siswa dapat dilakukan secara acak,” tandas Retno.

Retno mencontohkan Pemda Kalimantan Barat yang melakukan tes sebelum membuka sekolah. “Langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi pemda lainnya,” ujar dia. 

Hasil tes awal tersebut menunjukkan delapan guru positif dan 14 siswa positif sehingga kemudian Pemda Kalbar menunda pembukaan sekolah. Lebih lanjut, Retno mengusulkan swab test diberlakukan untuk SMK khusus bagi para guru yang membimbing peserta didik melaksanakan pembelajaran praktik. 

“Sebaiknya harus ada tes PCR bagi guru pendamping praktik, baik di bengkel maupun laboratorium,” imbuhnya.

Senada, Ketua KPAI Susanto meminta kesiapan sekolah terkait dengan sarana dan prasarana pembelajaran tatapmuka. Susanto juga mendesak pemerintah agar memperhatikan penyediaan sarana-prasarana, baik sekolah negeri maupun swasta. 

“Untuk sekolah negeri, saya kira perhatian negara sangat besar. Namun, bagaimana sekolah swasta yang kebanyakan rentan terdampak pada pandemi covid-19,” tukasnya. (Bay/H-3)
 

BERITA TERKAIT