27 August 2020, 00:27 WIB

Gandeng Operator, Kemendikbud Beri Kuota Murah untuk Kuliah Online


Syarief oebaidillah | Humaniora

PANDEMI Covid-19 memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini lebih banyak dilakukan secara daring melalui sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Belum terbiasanya masyarakat Indonesia dengan sistem PJJ memunculkan permasalahan, seperti kendala jaringan hingga biaya ekstra yang perlu dikeluarkan untuk melaksanakan pembelajaran daring.

Guna mempermudah akses pembelajaran, terutama di bidang pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi, memberikan bantuan kemudahan pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa.

Untuk itu, Ditjen Dikti Kemendikbud melakukan kerja sama dengan operator telekomunikasi XL Axiata untuk program edukasi. Proses simbolis penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara virtual dalam bentuk webinar yang juga disaksikan insan pendidikan tinggi, di Jakarta,Rabu (26/8).

Direktur Jenderal Dikti Kemendikbud Nizam mengapresiasi kerja sama yang terjalin. Menurutnya, saat ini kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami kendala dalam pembiayaan.

“Biaya dalam pemanfaatan teknologi ini menjadi concern kami, tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini beban pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh,” ujar Nizam.

Nizam mengatakan, kerja sama itu dilakukan gun memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia berharap seluruh insan perguruan tinggi mendapatkan layanan semurah mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

Baca juga : Istana Pastikan Pemerintah Beri Bantuan Pulsa untuk Bantu PJJ

“Kami sudah survei bahwa rata-rata kebutuhan penggunaan data untuk pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli masyarakat untuk kuota dibawah Rp100.000. Sehingga perlu disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa,” ungkap Nizam yang juga Guru Besar UGM

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani menambahhkan, biaya yang dibutuhkan untuk PJJ cukup tinggi. Hal ini membuat Ditjen Dikti berusaha keras menjalankan arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Ditjen Dikti untuk memberikan bantuan kuota murah bagi sekitar 270 ribu dosen dan 7,9 juta mahasiswa di Indonesia.

“Kami menawar (biaya penggunaan data) semurah mungkin dalam memberikan kuota termurah untuk memfasilitasi mahasiswa dan dosen. Hal ini tentu bertujuan untuk menjaga terlaksananya Tri Dharma Pendidikan Tinggi agar capaian pembelajaran tetap dapat dilakukan sesuai dengan kurikulum,” ujar Paristiyanti.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto menyatakan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk turut andil dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia bersama dengan Dikti Kemendikbud.

"Paket data ini khusus kami siapkan untuk mahasiswa dan pengajar dan terbuka untuk seluruh Universitas yang ada di Indonesia yang membutuhkan paket data untuk menunjang proses belajar secara daring. Harapan kami, pendidik dan mahasiswa tidak perlu khawatir lagi dengan kesulitan yang dihadapi pada saat belajar daring di masa pandemi ini. Semoga paket data XL khusus edukasi ini dapat menunjang komunikasi dan produktivitas pelajar dan pendidik.”ujarnya.

Feby menambahkan, melalui kerja sama dengan Dikti ini, XL Axiata memberikan solusi digital yang di dedikasikan bagi dunia pendidikan berupa paket dengan kuota khusus dan aplikasi kolaborasi selama masa pandemi. Dengan paket ini, mahasiswa dan pendidik akan mendapatkan kuota spesifik untuk tujuan pembelajaran jarak jauh tanpa perlu khawatir kehabisan kuota karena terpakai penggunaan lain.

Selain itu, XL Axiata juga berkerja sama dengan berbagai penyedia Learning Management System (LMS), dan bermitra dengan institusi pendidikan lainnya untuk menambah manfaat yang akan didapatkan oleh pelajar dan pendidik. (OL-7)

BERITA TERKAIT