26 August 2020, 14:59 WIB

Eselon Terlalu Banyak, Jokowi: Harus Kita Sederhanakan


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo kembali menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus terus dilakukan. Termasuk penyederhanaan eselonisasi untuk efisiensi anggaran negara.

"Organisasi birokrasi yang terlalu banyak jenjang dan terlalu banyak divisi harus kita sederhanakan. Eselonisasi harus kita sederhanakan, tanpa mengurangi pendapatan penghasilan dari para birokrat," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (26/8).

Kepala Negara menyebut jumlah eselon dalam pemerintahan terlalu banyak. Hal itu mengakibatkan birokrasi yang panjang dan anggaran tidak efektif karena tersebar di banyak unit.

Baca juga: Presiden Ingatkan Tata Kelola Pemerintahan Harus Efisien

"Terlalu banyak eselon akan semakin memperpanjang birokrasi. Semakin memecah anggaran dengan unit-unit yang kecil. Sulit pengawasannya dan anggaran akan habis digunakan hanya untuk rutinitas saja," pungkas Jokowi.

Presiden menilai pemangkasan eselon akan menghasilkan efisiensi anggaran untuk pembiayaan program strategis. Dengan penyederhanaan birokrasi, lanjut dia, anggaran di kementerian atau Lembaga (K/L) bisa digunakan untuk kepentingan rakyat.

Baca juga: Setiap Pekan, Pemerintah Transfer BLT ke 2,5 Juta Pekerja

"Saya minta agar anggaran digunakan untuk membiayai program yang strategis, yang relevan dengan kebutuhan nasional kita. Menjawab kepentingan masyarakat dan membawa lompatan kemajuan," kata Presiden.

Sebelumnya, kebijakan pemangkasan eselon sudah diungkapkan Jokowi sejak tahun lalu. Pemangkasan menjadi salah satu program reformasi birokrasi pada periode kedua pemerintahannya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT