26 August 2020, 03:05 WIB

Festival Film di Atas Air, Indonesia mau Tiru?


Fathurrozak | Weekend

Di kala banyak penyelenggara festival film yang membatalkan atau mengundurkan penyelenggaraan lantaran covid-19, pelaku festival film ini ternyata mampu berimprovisasi. 

Di Swedia, Festival Film Internasional Carl (CIFF) yang berlangsung di Karlskrona, tahun ini dilangsungkan di atas air. Dalam tiga kali edisi sebelumnya, festival film ini dilangsungkan di bioskop dan tempat pemutaran film di sekitar kota, layaknya festival film kebanyakan. Namun, pandemi covid-19 memaksa penyelenggara memindahkannya ke pelabuhan nelayan setempat.

Direktur festival Henrik JP Åkesson Ruben menjelaskan, staf keamanan dan penyelam telah dikerahkan di area festival untuk menjaga tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi.

“Kami hampir membatalkan festival, tetapi memutuskan untuk mengubahnya. Ini adalah festival film di atas air pertama di dunia, penonton menjaga jarak aman satu sama lain dengan tetap berada di perahu dan menonton film,” kata Henrik dikutip dari Forbes.

Setelah berdiskusi dengan pihak berwenang setempat, penegak hukum dan penjaga pantai, Festival Film Internasional Carl edisi 2020 dilangsungkan di Saltö Fish Harbor, di pulau kecil Saltö (atau Pulau Salt), yang terhubung ke daratan oleh sebuah jembatan. Pelabuhan ini memiliki kapasitas hingga 100 kapal. Namun, dibatasi hingga 25 kapal saja, sejalan dengan pedoman pemerintah tentang jaga jarak dan kerumunan di tempat publik.

“Berperahu menjadi rekreasi yang sangat populer di Swedia, sepertiga dari populasi orang dewasa Swedia bepergian dengan perahu setidaknya sekali dalam satu musim,” kata Melinda Martino dari VisitSweden.

From Hope To Action menjadi tema festival yang berlangsung pada 21-26 Agustus ini.  Menampilkan film-film klasik dari sutradara Swedia, seperti Ingmar Bergman, Marie-Louise Ekman, Lasse Hallström, Lasse Åberg, Jan Troell dan Suzanne Osten, serta pilihan film dari wilayah Laut Baltik, sebagai bagian dari Kompetisi Laut Baltik, yang bertujuan untuk mempromosikan sinema Baltik secara internasional. 

Hingga awal pekan ini, negara dengan populasi sekitar 10 juta jiwa itu mencatat sekitar 86 ribu orang terinfeksi covid-19 dengan jumlah kematian mencapai kurang lebih 5.800. (Forbes/M-2) 

 

BERITA TERKAIT