24 August 2020, 16:12 WIB

Reklamasi Ancol Ditunda


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DIREKTUR Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali menyebut pihaknya belum akan melaksanakan proyek reklamasi Ancol dalam waktu dekat.

Sebabnya saat ini pendapatan BUMD DKI itu turun drastis akibat terhantam wabah covid-19. Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan pembatasan ekstrem pada pertengahan Maret saat wabah covid-19 mulai melanda Ibu Kota.

Seluruh tempat wisata harus tutup untuk mencegah penularan wabah diikuti dengan penetapan PSBB yang pertama pada 9 April. Pada masa PSBB Transisi pun, tempat wisata hanya boleh menampung 50% pengunjung dan dibuka sejak 20 Juni.

"Untuk perluasan Ancol kami masih tunda karena 'cash flow' kami masih berat," kata Syahali dalam paparan publik PT Pembangunan Jaya Ancol yang dilakukan melalui diskusi virtual, Senin (24/8).

Syahali menyebut Juni tahun ini Ancol hanya meraup pendapatan Rp146 miliar. Sementara total sejak Januari hingga Juni tahun ini Ancol meraih pendapatan Rp3,3 triliun. Jumlah ini turun 58% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp7,7 triliun.

Baca juga: Pengamat: DPRD Harus Dorong Gubernur Batalkan Reklamasi Ancol

Menurutnya, perluasan yang akan dilakukan dengan metode reklamasi itu baru akan dilakukan saat keuangan perusahaan stabil dan meraup untung serta saat seluruh proses perizinan dan kewajiban yang disyaratkan dalam Keputusan Gubernur No 237 tahun 2020 terpenuhi.

"Kita akan melakukan itu kalau sudah siap dan seluruh proses perizinan serta kewajiban kita selesai," ujarnya.

Saat ini PT Pembangunan Jaya Ancol menyebut sedang melakukan proses perizinan dan melakukan berbagai kajian yang disyaratkan untuk melakukan reklamasi.

"Seperti amdal. Kami sedang memprosesnya. Mudah-mudahan bisa segera selesai," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT