23 August 2020, 19:10 WIB

Triwulan II 2020, Laba Bersih BRIsyariah Meningkat 229,6%


mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II 2020, sebesar 229,6% menjadi Rp117,2 milyar, dibandingkan triwulan II 2019. Aset BRIsyariah tercatat sebesar Rp49,5 triliun, meningkat 34,75% dibandingkan triwulan II 2019. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional dan syariah.

Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah Perseoran juga mengalami pengingkatan yang signifikan.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menyampaikan hingga triwulan II 2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,4 triliun, tumbuh mencapai 55,92% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

“Peningkatan laba bersih BRIsyariah di triwulan II 2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana,” jelas Ngatari.

Secara rinci, BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,9 triliun untuk segmen mikro, tumbuh 164,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Selain segmen mikro, pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh penyaluran pembiayaan kecil menengah dan kemitraan sebesar Rp3,95 triliun, tumbuh sebesar 117% yoy. Sementara di segmen konsumer BRIsyariah menyalurkan Rp3,74 triliun tumbuh 52,62% yoy.

Ngatari melanjutkan, salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah khususnya mikro adalah digitalisasi proses pembiayaan lewat aplikasi i-Kurma. BRIsyariah mengoptimalkan i-Kurma sebagai langkah transformasi digital dalam proses pembiayaan.

"Ini terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRIsyariah, mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi korona," kata Ngatari.

Lebih lanjut Ngatari menjelaskan pertumbuhan BRIsyariah juga didorong oleh implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh.

Sepanjang Triwulan II 2020, BRIsyariah telah membuka 26 unit kerja baru di Provinsi Aceh dengan sistem co-location dengan BRI. Pembukaan jaringan BRIsyariah di seluruh unit kerja BRI di Aceh mengakselerasi proses konversi Bisnis BRI di Aceh yang ditargetkan selesai di semester 2 tahun 2020.

"Total kredit BRI yang telah dikonversi BRIsyariah hingga Juni 2020 mencapai 82,98% dari total kredit yang direncanakan akan dialihkan tahun ini dari BRI. Sementara Dana Pihak Ketiga yang telah dikonversi dalam rangka implementasi Qanun LKS mencapai 53,18% dari total yang ditargetkan," papar Ngatari.

Di sisi dana pihak ketiga, pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) mencapai 90,79% yoy sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (CASA Ratio) hingga mencapai 54,34%.

“Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah (CASA ratio) mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund,” jelas Ngatari.

“Pertumbuhan ini menandakan di tengah pemberlakukan transisi pembatasan sosial berskala besar ekonomi mulai menggeliat. Kami melihatnya sebagai peluang. Kami tetap harus tumbuh untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Namun pertumbuhan ini tentunya kami arahkan pada sektor-sektor strategis,” tutup Ngatari. (OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT