22 August 2020, 05:12 WIB

Pidana Menanti Pembawa Kabur Anak-Anak


Sru/J-1 | Megapolitan

KAPOLRES Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru menegaskan perilaku tersangka Wawan Gunawan, 41, yang membawa kabur F, 14, merupakan tindak pidana yang dilakukan melalui paksaan atau bukan dasar saling menyukai.

Hal tersebut dapat dicermati dari F yang masih berusia anak atau di bawah umur sekaligus masih dilindungi Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Dalam UU Perlindungan Anak, tidak ada suka sama suka. Anak-anak tetap dilindungi. Dia belum cukup stabil untuk menyatakan suka kepada seseorang,” kata Audie di Jakarta, kemarin. Wawan terancam hukuman minimal lima tahun maksimal 15 tahun penjara.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina mengapresiasi polisi yang telah bertindak cepat. Selain itu, dia meminta penegak hukum untuk serius memproses pelaku dengan pasal berlapis.

“Saya juga berharap dalam proses hukumnya harus dilakukan dengan serius karena tidak hanya bicara tentang Pasal 41 terkait persetubuhan anak di bawah umur, tapi juga membawa lari anak di bawah umur bisa dikenakan pasal berlapis. Belum lagi kalau ada indikasi eksploitasi ekonomi maupun seksual. Artinya, pasal berlapis ini saya harap bisa jadi efek jera bagi pelaku kejahatan kepada anak,” terangnya.

Sementara itu, terkait korban F, pihaknya akan mencoba menggali kemungkinan faktor ketidaknyamanan korban di tengah keluarganya.

“Dari sisi korban, banyak hal yang harus kami perhatikan bahwa anak ini korban salah asuh. Korban tidak nyaman berada di dekat keluarganya,” kata Putu.

Menurut Putu, KPAI akan menempatkan F di rumah aman dan melakukan rehabilitasi, serta mengupayakan pendidikan untuknya.

Sementara itu, Kasatserse Polres Jakbar Komisaris Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan Wawan terbukti memperdaya F yang sebelumnya melahirkan bayi hasil hubungan mereka. Wawan memperdaya F untuk kabur dengan alasan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Sru/J-1)

BERITA TERKAIT