19 August 2020, 17:09 WIB

Ini Dua Tantangan Edukasi Literasi Keuangan Versi OJK


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan inklusi kepada masyarakat luas. Dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung, OJK ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi keuangan dan budaya menabung.

Namun Kepala Departemen Literasi dan Edukasi Keuangan Kristrianti Puji Rahayu mengatakan terdapat tantangan atas target Presiden Joko Widodo yang mana persentase literasi dan inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024.

"Ada dua tantangan yang harus dihadapi, yakni demografi dan geografis," kata Kristianti dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Dari segi demografi ia membeberkan beberapa permasalahan mulai dari bahasa, agama, suku, budaya hingga tingkat ekonomi dan pendidikan masing-masing wilayah di Indonesia yang berbeda. Sedangkan di sisi geografis yakni terkait wilayah Indonesia yang sulit dijangkau.

"Kondisi Indonesia sangat luas dengan kepulauan yang mana beberapa tempat bahkan sangat sulit dijangkau, padahl meraka punya hak juga untuk mengakses dan melek terhadap keuangan. Disitulah adanya gap literasi keuangan antara pedesaan dan perkotaan, meskipun setiap tahun semakin mengecil" ungkapnya.

Baca juga :Gubernur BI: Optimis Indonesia Bisa Bangkit

Dalam hasil survey OJK mengenai literasi dan inklusi keuangan tahun 2019 menyebutkan, tingkat literasi keuangan Indonesia menyentuh angka 38,08% atau naik 8,33% dari tahun 2016 yang sebesar 29,7%.

Sedangkan inklusinya pada 2019 mengalami kenaikan sekitar 76,19% dari sebelumnya 67,8%.

Meski naik, lanjut Kristianti untuk tentu mencapai angka 90 persen dalam 4 tahun hingga 2024 bukan pekerjaan yang mudah. Saat ini ada beberapa strategi yang dilakukan OJK.

"Pertama, OJK akan mengedukasi pelajar dan mahasiswa.Mereka memegang peranan penting dan akan menajadi pelaku ekonomi di kemudian hari. Diharapkan mereka bisa tahu cara mengelola keuangan, investasi dan sebagainya," kata Kristianti.

Ia melanjutkan, edukasi juga dilakukan kepada masyarakat umum secara virtual. Ketiga, eduksi pun diberikan kepada para usaha kecil, mikro, kelas menengah (UMKM).

Data OJK per 14 Juli 2020 menunjukkan, terdapat 4.727 kegiatan edukasi dari 2.602 PUJK (Pusat Usaha Jasa Keuangan) yang sudah disiapkan PUJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT