18 August 2020, 02:55 WIB

Pemilu Ditunda karena Covid-19


MI | Internasional

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan penundaan jadwal pemilihan umum selama empat minggu.
 
Pemilihan yang dijadwalkan dilaksanakan pada 19 September diundur hingga 17 Oktober 2020. Penyebabnya karena kasus baru covid-19 yang terus bertambah di kota terbesar, Auckland, dan sekitarnya.

“Pada akhirnya, 17 Oktober memberikan waktu yang cukup bagi pihak-pihak untuk merencanakan berbagai situasi yang akan kami kampanyekan,” kata Ardern, kemarin.

Ardern mengatakan telah memberi tahu gubernur jenderal tentang tanggal pemilihan baru dan menambahkan tidak berniat mengubahnya lagi. Hukum Selandia Baru mewajibkan pemilihan diadakan sebelum 21 November.


Karantina gereja

Otoritas Korea Selatan kemarin telah meminta ribuan anggota gereja Protestan di Seoul untuk dikarantina lantaran adanya lonjakan kasus baru covid-19 yang terkait dengan kelompok tersebut.

Klaster terbesar saat ini berpusat di Gereja Sarang Jeil di Seoul. Gereja itu dipimpin oleh pendeta konservatif kontroversial, Jun Kwang-hun, yang merupakan tokoh utama dalam protes terhadap Presiden Moon Jae-in. 

Adapun wabah awal virus di Korsel berpusat di Gereja Shincheonji Yesus, yang sering disebut sebagai aliran sesat dan juga dituduh menghalangi penyelidik.

Jun Kwang-hun termasuk di antara pembicara yang berpidato di depan ribuan pengunjuk rasa sayap kanan pada akhir pekan lalu. Mereka berunjuk rasa melawan Moon dan mengabaikan larangan berkumpul.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan serta otoritas Seoul telah mengajukan dua pengaduan polisi terpisah terhadap Jun. Dia dituduh sengaja menghalangi upaya untuk menahan pandemi. Pejabat Korsel menyampaikan sebanyak 315 kasus terkait dengan gereja telah dikonfirmasi sejauh ini. 

Itu menjadikan klaster tersebut sebagai salah satu kelompok terbesar yang terinfeksi. “Sekitar satu dari enam anggota gereja yang dites sejauh ini hasilnya positif. Membutuhkan tes dan isolasi cepat. Akan tetapi, daftar anggota yang diberikan oleh gereja itu tidak akurat sehingga membuat prosedur pengujian dan isolasi sangat sulit,” kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip. (AFP/Van/X-11)

BERITA TERKAIT