17 August 2020, 21:14 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diprediksi bakal Sulit Diwujudkan


Hilda Julaika | Ekonomi

EKONOM Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengatakan target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang mencapai 5,5% bakal sulit dicapai jika penanganan pandemi covid-19 masih seperti saat ini, di mana tanda-tanda penurunan kasus harian covid-19 belum terlihat.

“Pemerintah memprediksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan bahkan bisa mencapai 5,5%. Angka patokan ini diambil dari mimpi yang tidak rasional karena tidak mungkin dicapai dengan kondisi ember bocor (kebijakan yang diambil) seperti sekarang ini,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (17/8).

Menurutnya kondisi ember bocor tersebut muncul lantaran sumber masalah pokok dari ekonomi tidak bisa dikendalikan karena pemerintah mengabaikan kebijakan kendali pandemi covid-19 ini. Menurutnya, dengan keyakinan pandemi akan beres dengan sendirinya, maka kebijakan pemerintah lebih memilih mendorong ekonomi dengan kucuran dana yang jauh melebihi anggaran kesehatan.

Strategi kebijakan ini dalam pandangannya seperti mengisi ember bocor karena masalah dasar kebocorannya tidak diatasi dengan baik.

Baca juga : Mau Punya Uang Baru Rp75 Ribu? Ini Cara dan Jadwal Penukarannya

Pendiri Indef ini mengatakan, Indonesia adalah negara yang terbelakang dalam hal kebijakan penanganan pandemi ini. Terbukti dari hasil kebijakan yang nihil, kasus harian terus meningkat.

Ia melihat Justru pemerintah yang menjadi pemicu peningkatan grafik kasus harian tersebut karena mengabaikan kontrol, kebijakan PSBB, anggaran kesehatan tidak memadai, test covid-19 sejak awal sedikit, prioritas di lapangan lebih pada ekonomi. Negara lain di ASEAN (Malaysia, Thailand, Vietnan) dan banyak negara lainnya menurutnya sudah mampu mengendalikan masalah pokok covid-19 ini.

“Tidak ada tanda-tanda kasus harian Covid di Indonesia akan menurun. Kebijakan yang tidak sistematis, serabutan seperti ini memperlihatkan ketidakpastian, kapan kasus covid-19 di Indonesia akan melandai,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT